Berita

Loading...

28 September, 2009

Seratusan Eks GAM Kembali Duduki Kantor Walikota

“Wakil Walikota Lepas Tangan”

LHOKSEUMAWE- Seratusan eks GAM asal Kota Lhokseumawe, kembali melakukan aksi demo dengan menduduki Kantor Walikota Lhokseumawe, di Jalan Merdeka, Kecamatan Banda Sakti, Rabu (17/9). Aksi ini dilakukan, lantaran belum ada keputusan yang jelas terhadap tuntutan mereka dari Wakil Walikota Lhokseumawe, bersama Badan Kesbang Pol dan Linmas setempat.

Pasalnya, saat aksi sebelumnya dan sesuai pertemuan dengan perwakilan eks GAM di ruang Asisten II Setdako Lhokseumawe, Kepala Badan Kesbang Pol dan Linmas, setempat, Miswar dan Asisten II Setdako, Kamaruzzaman, menyatakan akan membicarakan tuntutan mereka dengan pimpinan. Tuntutan itu berupa, eks GAM meminta bantuan pemberdayaan ekonomi senilai Rp 8 juta, seperti yang telah disalurkan kepada eks GAM lainnya.

Bahkan, dari kedua pejabat di Pemko Lhokseumawe tersebut, berjanji hasilnya akan disampaikan kepada eks GAM pada hari ini. Namun, ketika seratusan eks GAM melakukan aksi serupa dengan mendatangi kantor Badan Kesbang Pol dan Linmas, tidak ada yang menerimanya sehingga melanjutkan ke gedung DPRK Lhokseumawe, juga mengalami hal serupa.

Akhirnya, eks GAM tersebut langsung menuju ke Kantor Walikota Lhokseumawe dan berusaha masuk ke ruang staf ahli Pemko setempat, yang diterima oleh asisten II Setdako Kamaruzzaman bersama dua pejabat lainnya. Namun, pejabat di Pemko Lhokseumawe ini tidak dapat mengambil suatu kesimpulan dan kebijakan terhadap tuntutan eks GAM ini.

“Kami tidak dapat mengambil kesimpulan dan kebijakan terhadap apa yang diminta oleh eks GAM, berupa agar dapat dibagikan bantuan pemberdayaan ekonomi layaknya eks GAM lainya senilai Rp 8 juta/orang, karena mereka hanya dibagikan bantuan Rp 400 ribu/orang,”ucap Asisten II Setdako, Kamaruzzaman.

Tak lama kemudian, eks GAM ini terpaksa disuruh turun dari lantai dua kantor Walikota oleh aparat kepolisian dari Mapolresta dan Mapolsek Banda Sakti, supaya mereka dapat berada di halaman kantor saja. Hal itu dimaksudkan, agar tidak menganggu aktifitas para pegawai di Kantor Walikota Lhokseumawe. Sehingga yang tinggal di ruang staf ahli hanya beberapa perwakilan GAM saja.

Guree Daud, Ridwan dan beberapa eks GAM yang melakukan aksi mencari keadilan, mengatakan, pihaknya merasa telah dibohongi oleh Badan Kesbang Pol dan Linmas yang menyatakan hasil pertemuan sebelumnya akan disampaikan hari ini. “Tapi Wakil Walikota Suaidi Yahya, sepertinya tidak bersedia menjumpai kami, buktinya kedatangan kami ini tidak diterimanya hanya disuruh wakili oleh para asisten,”ucap Guree Daud.

Sekira pukul 15.00 WIB, seratusan Eks GAM tersebut akibat belum ada kesimpulan dari pejabat di Pemko Lhokseumawe, tentang tuntutan mereka sehingga melanjutkan aksi dan menduduki rumah dinas Wakil Walikota Suaidi Yahya, di kawasan Kelurahan Teumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

“Jika tuntutan kami tidak ditanggapi dan dikabulkan maka kami semua tidak akan pulang, karena kenapa Wakil Walikota menganaktirikan kami sebagai eks GAM, yang diberikan bantuan senilai Rp 400 ribu/orang,”imbuh para eks GAM ini, kepada Rakyat Aceh, kemarin. (arm)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar