19 September, 2011

PWA Matangkan Persiapan Milad Ke- 4


“Lebih Fokus Kegiatan Sosial Masyarakat”

LHOKSEUMAWE- Dewan Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Aceh (DPP-PWA) yang bermarkas di Kota Lhokseumawe, kini sedang mempersiapkan peringatan Milad Ke-4 yang akan dilangsungkan pada 28 November mendatang.

Perayaan Milad PWA tahun ini jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena lebih mengfokuskan kegiatan sosial masyarakat. Berupa kegiatan bedah (rehab) rumah dhuafa di Aceh Utara dan Lhokseumawe sebanyak 2 unit. Kemudian, kegiatan donor darah dengan target peserta mencapai 100 orang. Dimana nantinya dalam kegiatan donor darah itu PWA akan bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara dan Lhokseumawe.

Selanjutnya, kegiatan kenduri dan menyantuni puluhan anak yatim dari lingkungan Kantor DPP Persatuan Wartawan Aceh, sekaligus peringatan hari puncat Milad PWA. “Jadi itulah tiga kegiatan utama yang akan dilangsungkan dalam rangka Milad PWA Ke-4,”ucap Armiadi AM, SE, Ketua Harian  Dewan Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Aceh (DPP-PWA), kepada Rakyat Aceh, Minggu (18/9).

Kata dia, pihaknya sudah melangsungkan beberapa kali rapat pembentukan panitia Milad atau Hari Ulang Tahun (HUT) PWA dengan para pengurus. Akhirnya, Maimun Asnawi, S.Hi, terpilih sebagai Ketua Panitia Milad bersama Sektretarisnya Bukhari A.Jalil, berdasarkan kesepakatan 17 pengurus DPP PWA.  

Sebut Armiadi, target jadwal hari puncak Milad dan kenduri serta santuni anak yatim pada 28 November 2011 di Makras DPP PWA  di Jalan Pang Akop, Simpang Empat, Kota Lhokseumawe.  Untuk kegiatan donor darah ditargetkan mulai dilangsungkan pada 21 November 2011 bersama kegiatan bedah (rehab) rumah dhuafa di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Sementara itu Ketua Panitia Milad PWA, Maimun Asnawi, S.Hi, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin,menyebutkan, dirinya bersama rekan-rekan siap menjalankan tugasnya demi suksesnya Milad PWA tahun 2011 ini.  Untuk itu dia meminta dukungan dari Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Pemerintah Kota Lhokseumawe dan pihak terkait lainnya serta masyarakat Aceh, agar terlaksananya kegiatan Milad PWA. (arm/sjm).

06 September, 2011

Warga Lhokseumawe Panik Gempa 6,7 SR

Warga Lhokseumawe Panik Gempa Berkekuatan 6,7 SR
LHOKSEUMAWE-Warga Kota Lhokseumawe yang sedang terlelap tidur dikejutkan dengan guncangan gempa berkekuatan 6,7 skala richter, Selasa (6/9) sekira pukul 01.01 dini hari.
Pantauan wartawan Aceh Geutanyoe, masyarakat Lhokseumawe saat terjadi gempa langsung keluar dari rumah untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Guncangan gempa hampir 1 menit itu juga membuat pengendera sepmor di jalan raya berhenti karena gempa. Begitu juga warga Lhokseumawe saat merasa gempa keluar dari rumah dan berdiri di depan rumah. Namun kebanyakan warga yang tidak merasa gempa karena sudah terlelap tidur. "Awalnya, saya merasakan gempa karena melihat dinding dan lantai rumah goyang-goyang, lalu saya bangunkan keluarga untuk keluar rumah,"ucap Iwan warga Lhokseumawe kepada WAG. Kata dia setelah merasa aman dan tidak ada gempa susulan dirinya bersama keluarga dan warga tentang kembali masuk kedalam rumah. Sementara itu berdasarkan situs BMKG Sumut melansir pusat gempa berada pada 56 km dari Timur Laut Aceh Singkil Baru, Provinsi Aceh, dengan kedalaman 78 km, lokasi 2.81 LU-97.85 B, berkekuatan 6,7 skala richter. Bahkan gempa tersebut juga dirasakan oleh warga kota Medan Provinsi Sumatera Utara dan sejumlah kabupaten/kota di Aceh.(redaksi WAG)

13 April, 2011

PWA Silaturrahmi Kekediaman Wartawan Senior


SILAHTURRAHMI Ibrahim Ahmad, Ketua DPP PWA (pakai kaca mata) bersama Pengurus sedang berbincang dengan sesupuh wartawan, Basri Daham (65) satu dari kanan saat bersilahturrahmi kemarin. Rakyat Aceh/ist

LHOKSEUMAWE- Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Dewan Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Aceh (DPP-PWA) bersilaturrahmi dengan salah seorang wartawan senior Aceh, Basri Daham (65). Tepatnya, dikediaman anaknya di Jalan Antara Gampong Kutablang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Selasa (12/4) siang.

Kedatangan wartawan PWA ini, selain bersilaturrahmi juga untuk bertukar pendapat dan masukan tentang perkembangan organisasi kewartawanan di Provinsi Aceh. Apalagi, Basri Daham juga dikenal sebagai sesepuh wartawan yang juga mantan ketua dan perintis salah satu organisasi profesi wartawan di Kota Lhokseumawe, tempo dulu.

“Kami juga memperkenalkan nama-nama wartawan yang tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Aceh, dan aktif bekerja disejumlah surat kabar harian terbitan Aceh dan Medan,”ucap Pengurus DPP PWA, Irmansjah, kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Kata dia, dalam kesempatan itu juga disampaikan tentang perkembangan DPP Persatuan Wartawan Aceh, yang sudah memasuki tahun ke empat kepada Basri Daham. Bahkan, dalam waktu dekat ini akan dilangsungkan kongres I DPP PWA, yang direncanakan pada bulan Mei mendatang.

Sementara Basri Daham, ungkap Irmasjah meminta kalangan wartawan dari PWA untuk terus berjuang dan mempertahankan kekompakan serta meningkatkan kinerja sebagai sosial kontrol. “Beliau juga meminta kita  semua untuk tetap menjaga kekompakan  sesama wartawan,”ujarnya.

Selain itu, lanjut Pengurus PWA Pusat ini, profesi wartawan diharapkan bisa bersaing secara sehat, terutama untuk meningkatkan kualitas para wartawan serta dapat memberikan advokasi bagi wartawan yang mendapatkan ancaman dan intimidasi saat bertugas dilapangan. Dalam acara silahturrahmi itu, turut hadir Ketua Umum DPP-PWA, Ibrahim Ahmad bersama pengurus PWA lainnya. (arm)

PWA Matangkan Persiapan Kongres I

“Untuk Pilih Ketua Umum Baru”
LHOKSEUMAWE-Persatuan Wartawan Aceh (PWA) Pusat, terus merampungkan persiapan pelaksanaan kongres I DPP-PWA, untuk pemilihan ketua umum baru pada bulan Mei mendatang. Pagi kemarin, panitia kongres I bersama pengurus dan Ketua Umum PWA Ibrahim Ahmad ikut hadir dalam rapat persiapan, di lantai II Kana Dapu Kupi, Simpang Inpres, Kota Lhokseumawe. Rapat tersebut, merupakan rapat kedua setelah rapat pertama di Markas PWA Pusat sebelumnya.  

Ketua Umum PWA Ibrahim Ahmad, pada kesempatan itu mengatakan, secara pribadi dirinya tidak lagi mencalonkan sebagai ketua umum masa kepengrusan tahun 2011-2014. Apalagi, umurnya juga sudah berusia 51 tahun, sehingga sesuai dengan AD/RT PWA batas umur menjadi ketua Umum adalah 50 tahun.

“Saya hanya bisa menitipkan amanah kepada pengurus baru nanti,  untuk terus menjaga marwah dan kekompakan sesama anggota PWA yang berkiprah didunia jurnalistik,”ucap Ibrahim Ahmad. Sebut dia, dalam kongres tersebut dapat muncul calon-calon ketua umum baru dari kalangan generasi muda PWA. Apalagi, yang sudah mendapatkan gelar sarjana (S1), untuk berkiprah membangun dan memajukan PWA pusat kedepan. 

Sementara itu, Ketua Panitia Kongres I DPP-PWA, Armiadi, AM, didampingi pengurus DPP-PWA Irmansjah juga mengatakan, pemilihan ketua umum dan pengurus baru direncanakan akan dilangsungkan pada Mei 2011, untuk mengantikan masa kepengurusan sebelumnya. Pada pemilihan tersebut, akan diikuti sekira 67 wartawan yang tergabung dalam anggota PWA tersebar di Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Banda Aceh, Kota Langsa, Aceh Tenggara dan  Gayo Lues. (arm)

Pemilihan Ketum PWA Pusat Akan Digelar

  Senin, 11 April 2011 | 10:10
Masa Kepengurusan 2011-2014

LHOKSEUMAWE- Dengan berakhirnya masa jabatan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Aceh (DPP-PWA), akan digelar pemilihan Ketua Umum baru masa kepengurusan 2011-2014, dalam waktu dekat ini. Bahkan, hingga saat ini pembentukan panitia pelaksana pemilihan juga sudah mulai dibentuk, untuk menjaring bakal calon (balon) Ketua Umum PWA Pusat.

Sementara yang berhak memberikan suara dalam pemilihan itu nantinya sebanyak 67 pengurus dan anggota dari DPP-PWA serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC-PWA) tersebar di empat Kabupaten/Kota, yakni Aceh Tenggara, Gayo Lues, Banda Aceh, dan Langsa-Aceh Tamiang.

Ketua Umum (Ketum) DPP-PWA, Ibrahim Ahmad yang didampingi Sekretaris Rahmad YD, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin, mengatakan, terkait pemilihan ketua umum baru sedang dilakukan berbagai macam persiapan. Seperti tahap persiapan panitia Kongres ke-I DPP-PWA. ”Saat ini para personil DPP-PWA sedang melalukukan pembentukan Panitia Penyelenggara kegiatan Kongres yang di rencanakan akan berlangsung pada bulan Mei mendatang,” ucap Ibrahim Ahmad.

Sementara itu, Sekretaris DPP-PWA, Rahmad YD, juga mengemukakan, selain melakukan proses pemilihan Ketum yang baru, juga akan membahas berbagai program demi kemajuan organisasi Persatuan Wartawan Aceh kedepan. Tidak hanya itu, lanjut dia, saat acara pembukaan kongres nantinya, akan menampilkan pentas seni dan budaya, dengan mengundang semua mitra kerja selama ini. Dan termasuk Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Wakil Gubernur, Muhammad Nazar, unsur muspida plus Aceh Utara, Lhokseumawe, serta TNI/Polri dan para undangan lainnya. (arm)

19 Desember, 2010

Moral Pemimpin Aceh Patut Dipertanyakan

ACEH UTARA- Syariat islam yang sedang digalakkan di Provinsi Aceh, sepertinya tidak berjalan secara optimal. Hal itu disebabkan masih kurangnya moral pemimpin Aceh yang islami dan tidak benar-benar untuk melaksanakan syariat islam secara kaffah.

Begitu juga, tingkah laku kalangan muda-mudi Aceh saat ini yang tidak patut menjadi contoh bagi kita semua. Betapa tidak, mereka masih tidak mampu memahami tentang definisi aqidah, akhlak dan syrai’at islam yang tepat dan benar. Akibatnya, kini banyak dijumpai kalangan muda-mudi yang bukan muhrim bebas pergian di jalan raya dengan berboncengan sepeda motor dan berpelukan layaknya suami-istri. 

Tidak hanya itu, setelah bencana gempa dan tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004 lalu ratusan NGO dari berbagai negara masuk ke Aceh dengan misi kemanusiaan. Tentunya, untuk melakukan rehabilitas dan rekonstruksi pembangunan Aceh. Seiring dengan itu kini berbagai aliran sesat bermunculan di negeri Syariat Islam ini, sehingga secara tidak langsung aqidah dan akhlak rakyat Aceh dirubah oleh pihak-pihak yang membawa misi misioneris.

“Jadi kita semua umat Islam harus berpikir secara jernih bahwa bencana yang paling besar terjadi di Aceh bukanlah tsunami, melainkan pendangkalan aqidah dan akhlak dilakukan oleh para misioneris,”ucap Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara, Abu Mustafa Achmad, kepada wartawan, kemarin.  

Kata dia, beberapa ajaran sesat yang telah berhasil dihembuskan dibumi serambi mekkah termasuk pola pendidikan menyesatkan baru-baru ini seperti berlangsung di Yayasan Fajar Hidayah, Aceh Besar, Aliran Millata Abraham, Nahdatul Wujud dan beberapa ajaran sesat lainnya.

Lanjut Abu Mustafa, kebiasannya ajaran-ajaran itu dikembangkan di dayah-dayah, apalagi para misioneris itu paham dengan ayat-ayat Al-qur’an.“Sebenarnya, inilah bencana yang sesungguhnya paling dahsyah terjadi di Aceh,”pintanya. (arm)