
NISAM ANTARA- Sepanjang 4.400 meter pembangunan jalan yang menghubungkan Gampong Alue Mbang dan Gampong Bandar Kalipah, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, mulai menuai masalah. Pasalnya, pembangunan jalan yang dikerjakan dengan pengerasan tidak sesuai dengan bajet anggaran yang tersedia mencapai Rp 650 juta.
Amatan wartawan koran ini, kemarin, pengerasan badan jalan yang dilakukan dengan menggunakan batu-batuan oleh kontraktor pelaksana proyek sangat tidak bermutu. Betapa tidak, kondisi badan jalan itu belum dilakukan perataan terhadap tumpukan tanah untuk pengerasan. Akibatnya, ratusan masyarakat setempat mengalami kesulitan untuk melalui jalan dimaksud.
Tidak hanya itu, Bupati Aceh Utara, Ilyas A. Hamid, Kamis (11/6) pagi kemarin, melakukan pemantauan terhadap kondisi pembangunan jalan tersebut. Hal itu, dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang diterimanya selama ini dan sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk memantau pembangunan di Kabupaten Aceh Utara.
“Hari ini (kemarin,red) kita langsung turun kelapangan untuk melihat secara jelas pembangunan jalan dimaksud. Tapi apa yang dilaporkan oleh masyarakat ternyata betul jalan itu menuai masalah,”ucap Ilyas A.Hamid, kepada Rakyat Aceh, kemarin, dilokasi pembangunan jalan Alue Mbang, Kecamatan Nisam Antara.
Kata Bupati, dirinya juga sudah memanggil kontraktor pelaksana proyek jalan tersebut untuk melanjutkan pembangunan dengan melakukan perataan batu-batuan disisi kiri dan kanan jalan. Lanjut dia, terhadap masalah jalan itu juga sudah diserahkan kepada pihak Muspika untuk menyelesaikannya dengan harapan masyarakat dapat melalui jalan Alue Mbang.
“Kita berikan waktu dulu kepada kontraktor dan setiap ada perkembangan camat bisa melaporkan kepada saya dan dinas terkait. Karena gara-gara kontraktor yang mengerjakan pembangunan asal jadi, nantinya anggapan masyarakat Bupati yang disalahkan,”pintanya.(arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar