02 Juni, 2009

Pohon Pisang Diserang Penyakit Layu Fusarium

MUARA DUA- Puluhan hektar pohon pisang di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, mulai di serang penyakit Layu Fusarium. Akibatnya, membuat Pemerintah Kota (Pemko) setempat membuka Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Pisang, Lhok Jawa Gampong Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua.

Sekolah tersebut, langsung di buka oleh Walikota Lhokseumawe, Munir Usman, Senin (1/6), yang turut dihadiri Kabag Humas, Sofyan, camat Muara Dua, Muara Satu dan camat Blang Mangat serta undangan lainnya.
Pada kesempatan itu Walikota Lhokseumawe, Munir Usman, mengatakan, kebijakan dasar pengendalian organisme pengganggu tumbuhan tanaman pisang sebagaimana amanat UU no.12/92 dan PP No.6/95 dilaksanakan dengan pengendalian Hama terpadu. Bahkan, kegiatan perlindungan tanaman merupakan tanggung jawab para petani dan pemerintah yang berperan sebagai fasilitator serta pendukung dalam mengembangkan potensi daerah dan petani.
“Jadi melalui program ini dapat melakukan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), terhadap penguatan kelembagaan dan perluasan pemasyarakatan dan penerapannya dilapangan,”ucap Walikota. Sebut dia, untuk memantapkan penanganan dan produksi pisang jenis barangan para petani harus melakukan beberapa hal yakni, mengamankan pertanaman baik dari gangguan OPT, banjir, dan kekeringan.
Kemudian, memanfaatkan berbagai sumber dana baik dana dekonsentrasi, dana APBD maupun sumber lainnya. Selanjutnya, melakukan pengamatan secara teratur dan meningkatkan koordinasi pada setiap jenjang, baik secara vertical maupun horizontal.
Sementara itu, Abdullah, Koordinator Pengamat Hama dan Penyakit Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, disela-sela acara pembukaan sekolah tersebut, mengatakan, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan itu mencapai 25 orang asal warga Gampong Blang Poroh.
“Luas lahan percontohan sekolah ini mencapai seribu meter. Dan kita juga akan memberikan pelatihan teori dan prakter dilapangan untuk tatacara mencegah hama dan penyakit pisang ayam,”ucap Abdullah. Kata dia, selama ini banyak tanaman pohon pisang yang diserang penyakit Layu Fusarium sehingga membuat pihak untuk melakukan langkah-langkah antisipasi.
Lanjut Abdullah, di Kota Lhokseumawe baru yang terdana membuka Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Pisang, Lhok Jawa Gampong Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua, sebagai lahan percontohan.
Pada kesempatan yang sama Ir. Muzakir Idris, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Lhokseumawe kepada wartawan mengatakan, sekolah itu dibuka untuk mendukung peningkatan produksi tanaman pisang para petani yang lebih berkualitas. (arm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar