“Program Konversi Tidak Libatkan Camat”
LHOKSEUMAWE- Warga miskin di empat kecamatan dalam wilayah Kota Lhokseumawe, akan mendapatkan bantuan kompor gas dan tabung gas ukuran tiga kilogram bantuan dari Pemerintah Pusat. Bahkan, kini pihak konsultan terus melakukan pendataan dan mengedarkan formulir melalui aparat gampong, agar warga miskin dapat mengisi formulir dimaksud.
Pada kop formulir itu bertuliskan pendataan calon penerima paket LPG Tabung 3 Kg di wilayah yang akan terkonversi minyak tanah ke LPG pada kegiatan penyediaan sarana dan prasaran konversi energi.
Camat Banda Sakti, Irsyadi, S.Sos, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin, pihaknya tidak terlibat dalam pendataan penerima bantuan LPG tersebut. Namun, itu semua dibawah koordinasi daripada Konsultan. Sedangkan pihak Muspika hanya diminta rekomendasi saja agar petugas mereka dapat masuk kecamatan dan gampong.
“Rekomendasi kita berikan, supaya masyarakat kita juga disana tidak terkejut dengan kedatangan mereka ke rumah untuk mendata penerima bantuan kompos gas dan tabung gas,”ucap Irsyadi, S.Sos. Lanjut dia, sepertinya saat ini Pemerintah Pusat secara bertahap terus menggalakkan program Konversi Minyak Tanah Bersubsidi ke LPG kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Tak terkecuali bagi masyarakat di Kota Lhokseumawe dan khususnya Kecamatan Banda Sakti.(arm)
LHOKSEUMAWE- Warga miskin di empat kecamatan dalam wilayah Kota Lhokseumawe, akan mendapatkan bantuan kompor gas dan tabung gas ukuran tiga kilogram bantuan dari Pemerintah Pusat. Bahkan, kini pihak konsultan terus melakukan pendataan dan mengedarkan formulir melalui aparat gampong, agar warga miskin dapat mengisi formulir dimaksud.
Pada kop formulir itu bertuliskan pendataan calon penerima paket LPG Tabung 3 Kg di wilayah yang akan terkonversi minyak tanah ke LPG pada kegiatan penyediaan sarana dan prasaran konversi energi.
Camat Banda Sakti, Irsyadi, S.Sos, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin, pihaknya tidak terlibat dalam pendataan penerima bantuan LPG tersebut. Namun, itu semua dibawah koordinasi daripada Konsultan. Sedangkan pihak Muspika hanya diminta rekomendasi saja agar petugas mereka dapat masuk kecamatan dan gampong.
“Rekomendasi kita berikan, supaya masyarakat kita juga disana tidak terkejut dengan kedatangan mereka ke rumah untuk mendata penerima bantuan kompos gas dan tabung gas,”ucap Irsyadi, S.Sos. Lanjut dia, sepertinya saat ini Pemerintah Pusat secara bertahap terus menggalakkan program Konversi Minyak Tanah Bersubsidi ke LPG kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Tak terkecuali bagi masyarakat di Kota Lhokseumawe dan khususnya Kecamatan Banda Sakti.(arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar