ACEH UTARA- Selama ini dibeberapa kota besar di Indonesia sempat diramaikan oleh daging gelondongan yaitu daging yang mengandung air. Dimana, sebelum dipotong, sapi tersebut banyak diberikan air minum sehingga berat dan menambah timbangan.Untuk mengantisipasi peredaran daging tersebut, membuat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Aceh Utara, bersama petugas dinas kecamatan terus memantau daging dimaksud. Baik daging yang tidak layak dikonsumsi dan illegal ditempat-tempat penjualan daging sapi dan ayam disejumlah kecamatan di Aceh Utara.
“Memang saat ini, kita belum pernah menemukan daging gelondongan dan daging ayam tiren (mati kemaren) serta daging illegal di pasar-pasar tradisional,”ucap Drh. Rizal Bin Sari, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Aceh Utara, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, Minggu (30/8).
Dikatakanya, jika ketahuan ada pedagang yang menjual daging sapi gelondongan dan ayam tiren, maka pihaknya akan langsung menyita daging tersebut. Begitu juga terhadap pedagang yang bersangkutan tentunya diberikan peringatan. Selain itu, Rizal Bin Sari, meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli daging sapi dan ayam. Untuk menghindari daging gelondongan dan ayam tirem supaya dapat membeli daging sapi atau ayam pada langganan tetap.
Lanjut Rizal, tips untuk membedakan daging gelondongan dengan daging yang bukan gelondongan. Masing-masing, pilihlah daging yang berwarna merah ( merah maroon) jangan yang berwarna pucat, jika berwarna pucat ada kemungkinan daging gelondongan atau daging yang sudah lama.
Kemudian, pilih daging yang tidak basah atau kering, jangan pilih daging yang selalu mengeluarkan air, dengan pengujiannya digantung seandainya terus meneteskan air berarti daging tersebut daging gelondongan. Sebaiknya jangan memilih daging yang diletakan dibawah atau tidak digantung ada kemungkinan pedagang melakukan hal begitu karena kita tidak mengetahui daging tersebut meneteskan air. Selanjutnya, untuk jeroan seperti paru, hati, coba kita cubit atau robek seandainya mudah koyak berarti jeroan tersebut di tambah air atau jeroan yang sudah kadaluarsa. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar