Mantan GAM Demo Kesbang Pol Dan LinmasTerima Modal Usaha Rp 400 Ribu, Ada Pula Rp 15 Juta Per Orang
LHOKSEUMAWE- Sekitar seratusan mantan kombatan GAM asal Kota Lhokseumawe, mendatangi Badan Kesbang Pol dan Linmas Pemko Lhokseumawe, di kawasan Pasar Inpres, Kecamatan Banda Sakti, Senin (7/9) pagi kemarin.
Kedatangan para mantan kombatan GAM ini, hanya untuk mempertanyakan bantuan pemberdayaan ekonomi mereka kepada Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas). Pasalnya, dalam penyaluran bantuan itu sangat tidak adil dan terkesan seperti anak tiri dan anak kandung.
Menurut sejumlah pendemo kepada wartawan koran ini, mereka hanya diberikan bantuan pemberdayaan ekonomi sebesar Rp 400 ribu/orang. Sedangkan, ada mantan kombatan GAM lainnya yang diberikan bantuan melebihi daripada mereka dan sangat bervariasi antara Rp 2 juta/orang, Rp 5 juta, Rp 8 juta, Rp 10 juta dan ada juga Rp 15 juta/orang.
“Ini namanya tidak adil dan Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe, terkesan menganak tirikan kami sebagai mantan kombatan GAM. Kalau anak kandung diberikan bantuan hingga Rp 15 juta,”ucap sejumlah mantan kombatan GAM, kepada Rakyat Aceh, kemarin.
Mereka mengatakan, bantuan yang diberikan tersebut juga sangat tidak transparan sehingga mudah terjadi permainan dengan kalangan tertentu, untuk memberikan bantuan sesuka hatinya. Padahal, dulu saat berjuang sama-sama dihutan dan menahan lapar tapi kini ketika mendapatkan hasil dari buah perdamaian Aceh, berupa bantuan modal usaha hanya diberikan kepada mantan GAM pilihan saja dengan jumlah dana antara Rp 10 juta sampai dengan Rp 15 juta/orang.
Ilyas Syafiie salah seorang perwakilan dari mantan kombatan GAM, menyebutkan, untuk mendapatkan bantuan tersebut pihaknya disuruh buat surat permohonan bantuan yang tujukan kepada Kesbang Pol dan Linmas. Bahkan, ada surat permohonan yang telah di disposisi oleh Wakil Walikota, senilai Rp 4 juta. Namun, saat penyaluran bantuan itu, bukan Rp 4 juta yang diberikan melainkan Rp 400 ribu.
“Dan ini jelas-jelas telah terjadi penipuan kepada kami, seharusnya sebelum bantuan disalurkan dapat diberikan tahukan dulu bagi mantan kombatan GAM di empat Kecamatan dalam wilayah Kota Lhokseumawe,”ucap Ilyas. Ungkap dia, banyak juga para mantan GAM yang tidak mengetahui adanya bantuan pemberdayaan ekonomi bersumber dari Pemko Lhokseumawe, tahun 2009. Sehingga saat diusulkan langsung ditolak oleh staf di Pemko Lhokseumawe, dengan alasan anggaran sudah habis disalurkan. Lanjut Ilyas, seharusnya bantuan tersebut dapat dibagikan atau disalurkan sama rata dan tidak ada istilah anak tiri dan anak kandung.
Kedatangan, para pendemo ini tidak mendapatkan sambutan yang positif dari Kepala Badan Kesbang Pol dan Linmas setempat. Bahkan, mereka juga tidak diterima oleh kepala tersebut, sehingga akhirnya mereka membubarkan diri dan akan kembali lagi hari ini melakukan aksi serupa.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbang Pol dan Linmas, Miswar, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin, mengatakan, terhadap permasalahan tersebut dirinya akan menyampaikan kepada pimpinan Kota Lhokseumawe, untuk mencari jalan keluar.
“Saya memberikan bantuan kepada mantan kombatan GAM itu, sesuai dengan disposisi permohonan bantuan mereka dari Wakil Walikota. Memang saya akui, bantuan itu ada yang sempat diberikan senilai Rp 10 juta/orang. Itu ada beberapa anggota kombatan GAM yang menerimanya,”ucap Miswar.
Sebut dia, secara total jumlah bantuan pemberdayaan ekonomi mantan kombatan GAM bersumber dari APBK Lhokseumawe, tahun 2009 mencapai Rp 500 juta. Dengan perkirakan mantan kombatan GAM hanya 200 orang yang akan diberikan bantuan tersebut. Namun, proposal yang masuk kepada pihaknya melebihi target hingga mencapai 600 orang mantan kombatan GAM.
“Kondisi demikian, membuat kita untuk membagi rata bantuan sebesar Rp 400 ribu/orang yang belum mendapatkan bantuan tahap pertama. Jadi bagi mereka, kita minta dapat bersabar menunggu bantuan selanjutnya, karena kita akan kembali mengusulkan dalam APBK 2010 mendatang,”imbuhnya. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar