CUNDA- Sejumlah warga asal Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, mengaku kecewa dengan dibukanya pasar murah oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) di depan Mesjid Al-Hikmah Cunda, Rabu (9/9).
Pasalnya, pasar murah tersebut yang menjual barang-barang sembako kepada masyarakat dengan harga murah, seperti, minyak goreng, telor, tempung terigu, gula, sirup dan lainnya tanpa adanya keadilan. Betapa tidak, kebanyakan masyarakat miskin di Kecamatan Muara Dua, yang telah beratrian berjam-jam dilokasi pasar murah tersebut, tidak diberikan kesempatan untuk membeli barang sembako itu.
“Kami sangat kecewa dengan sikap para petugas dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Lhokseumawe. Karena saat kami mau membeli minyak goreng murah itu dikatanya sudah habis terjual semua,”ucap Saidah (40) bersama beberapa ibu rumah tangga lainnya, kepada Rakyat Aceh, Rabu (9/9).
Ibu-ibu rumah tangga ini mengatakan, kalau persedian barang-barang sembako tidak cukup lebih baik tidak usah dijual di Kecamatan Muara Dua. Ketimbang hanya menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat miskin, apalagi dibulan Ramadhan ini.
“Jadi siapa yang tidak marah dan kesal dengan sikap petugas tersebut. Kita sudah lama berantrian disini demi mendapatkan minyak goreng murah seharga Rp 7 ribu/kilogram. Tapi kata mereka minyak sudah habis terjual,”ungkap Saidah dengan wajah kecewa. Sebut dia, seharusnya dinas terkait sebelum melakukan operasi pasar atau yang lebih dikenal pasar murah bisa menargetkan jumlah kebutuhan sembako untuk diperjualbelikan kepada masyarakat.
Namun, sayangnya, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Lhokseumawe, M. Ridha, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, melalui telepon selulernya untuk menanyakan hal tersebut tidak berhasil dihubungi. Meskipun, sudah dicoba berulang kali. Bahkan, ketika wartawan koran ini, mendatangi kantornya juga tidak berada di kantor.
Sementara itu Camat Muara Dua, M. Rizal, S.Sos, M.Si, kepada Rakyat Aceh, mengatakan, dirinya hanya dapat menyerahkan kepada dinas terkait supaya membuka kembali pasar murah di Kecamatan Muara Dua, dengan lokasi terpisah. Seperti di kawasan Kandang, Cunda, dan Panggoi.
“Memang sejauh ini, saya belum menerima laporan adanya warga yang merasa kecewa dengan pasar murah tersebut. Pun demikian, dinas terkait kami minta dapat kembali membuka pasar murah demi kebutuhan sembako warga miskin kecamatan Muara Dua,”pintanya. (arm)
Pasalnya, pasar murah tersebut yang menjual barang-barang sembako kepada masyarakat dengan harga murah, seperti, minyak goreng, telor, tempung terigu, gula, sirup dan lainnya tanpa adanya keadilan. Betapa tidak, kebanyakan masyarakat miskin di Kecamatan Muara Dua, yang telah beratrian berjam-jam dilokasi pasar murah tersebut, tidak diberikan kesempatan untuk membeli barang sembako itu.
“Kami sangat kecewa dengan sikap para petugas dari Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Lhokseumawe. Karena saat kami mau membeli minyak goreng murah itu dikatanya sudah habis terjual semua,”ucap Saidah (40) bersama beberapa ibu rumah tangga lainnya, kepada Rakyat Aceh, Rabu (9/9).
Ibu-ibu rumah tangga ini mengatakan, kalau persedian barang-barang sembako tidak cukup lebih baik tidak usah dijual di Kecamatan Muara Dua. Ketimbang hanya menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat miskin, apalagi dibulan Ramadhan ini.
“Jadi siapa yang tidak marah dan kesal dengan sikap petugas tersebut. Kita sudah lama berantrian disini demi mendapatkan minyak goreng murah seharga Rp 7 ribu/kilogram. Tapi kata mereka minyak sudah habis terjual,”ungkap Saidah dengan wajah kecewa. Sebut dia, seharusnya dinas terkait sebelum melakukan operasi pasar atau yang lebih dikenal pasar murah bisa menargetkan jumlah kebutuhan sembako untuk diperjualbelikan kepada masyarakat.
Namun, sayangnya, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Lhokseumawe, M. Ridha, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, melalui telepon selulernya untuk menanyakan hal tersebut tidak berhasil dihubungi. Meskipun, sudah dicoba berulang kali. Bahkan, ketika wartawan koran ini, mendatangi kantornya juga tidak berada di kantor.
Sementara itu Camat Muara Dua, M. Rizal, S.Sos, M.Si, kepada Rakyat Aceh, mengatakan, dirinya hanya dapat menyerahkan kepada dinas terkait supaya membuka kembali pasar murah di Kecamatan Muara Dua, dengan lokasi terpisah. Seperti di kawasan Kandang, Cunda, dan Panggoi.
“Memang sejauh ini, saya belum menerima laporan adanya warga yang merasa kecewa dengan pasar murah tersebut. Pun demikian, dinas terkait kami minta dapat kembali membuka pasar murah demi kebutuhan sembako warga miskin kecamatan Muara Dua,”pintanya. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar