30 Oktober, 2009

Ya Allah......... Di Mana Lagi Kami Berteduh








Lhokseumawe Berduka, Jago Merah Amuk 17 Rumah

Untuk meringankan duka para korban kebakaran, Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe, datang memberikan bantuan. Meski tak banyak, namun cukup untuk sekedar pelipur lara.

ARMIADI- LHOKSEUMAWE

Seperti diketahui, 17 unit rumah warga di Kampong Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Rabu (28/10) sekira pukul 19.40 WIB, musnah diamuk si jago merah. Kini para korban musibah kebakaran tersebut, yang berjumlah 17 kepala keluarga atau 88 jiwa tinggal ditenda pengungsian. Masing-masing, Faisal (43), M. Ridwan (60), Yusniar (45), M.Halim (43),Ilyas Abdullah ( 65), Rudi Hartono ( 42), Ibrahim (70) dan Ali Basyah (60). Kemudian, rumah milik Hasyim (70), Dj Kataren (68), Ny Sembiring (65), Ilyas AR (60), Saiful (45), Ismail Yunus (55), Saiful Anwar ( 50), Ny. Libar ( 55) serta Zulkarnaini (40).

Sementara dari 17 unit rumah itu, 12 unit diantaranya hagus terbakar dan 5 unit rumah lagi dihancurkan serta dirusak, agar kobaran api tidak menyambar kerumah warga lainnya. Informasi yang berhasil dihimpun wartawan koran ini, kebakaran itu berawal dirumah Ilyas Abdullah (65), ketika anak laki-laki Muslim (22) membawa keluar lilin dari ruang belakang ke ruang depan rumah. Namun, lilin tersebut jatuh dan menyambar kain gorden rumah. Tak lama kemudian, datang ibunya Tihawa (49) berusaha untuk memadamkan api dengan menyepa lilin dimaskud.

Pada saat itulah, api langsung membesar dan menyambar seluruh isi rumah karena bersertaan dengan tumpahnya minyak besin sekitar 2 liter yang berada didalam drum. Minyak sisa hasil jualan Ilyas Abdullah dikawasan Gang PU Darat, Jalan Iskandar Muda.

“Kaki ibu saya, sedang terkena api karena menyepa lilin karena panik untuk memadamkan kobakaran api. Saya sendiri yang membawa ibu tadi malam kerumah sakit PMI Lhokseumawe, supaya dapat dirawat,”ucap Muslim (22) korban rumah terbakar kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Dia mengatakan, dirinya bersama warga lainnya tidak dapat menyelamatkan barang-barang yang berharga, karena api sudah mulai membesar dan menyambar rumah-rumah lainnya. Semua warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri sendiri ketimbang harta yang sudah terbakar. “Kami juga berusaha untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya, yakni menyiram api dengan air sumur, tapi tidak membuahkan hasil,”ungkap Muslim yang diayakan oleh Ilyas AR (60) salah seorang korban lainnya.

Amatan wartawan koran dilokasi kejadian, mobil pemadam kebakaran dari Aceh Utara, Lhokseumawe dan pabrik vital dikerahkan untuk memadamkan api. Namun, upaya itu gagal dilakukan karena api sudah menyalar kerumah-rumah warga lainnya, ditambah lagi dengan angin yang begitu kencang di pesisir pantai Kampong Jawa Lama, kecamatan setempat.

Tidak hanya itu, mobil pemadam kebakaran juga tidak dapat masuk kelokasi kebakaran karena sempitnya lorong, sehingga petugas kebakaran hanya mengupayakan selang air masuk ke lorong untuk memadamkan kobaran api. Petugas hanya mampu, menyelamatkan rumah-rumah warga disekitar lokasi kebakaran, supaya apinya tidak menyambar. Sedangkan rumah yang terbakar tidak dapat diselamatkan karena sudah rata dengan tanah, khususnya rumah berkonstruksi kayu.

Akibat kebakaran tersebut, kerugian harta benda milik masyarakat setempat diperkirakan mencapai Rp 1 miliar lebih, karena semua barang tidak bisa diselamatkan dari amukan si jago merah. (arm)
Pemko Tanggapi Korban Musibah Kebakaran

LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe, menanggapi korban musibah kebakaran rumah di Kampong Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Rabu (28/10) sekira pukul 19.40 WIB. Bahkan, pemerintah setempat juga merencanakan 17 kepala keluarga atau 88 jiwa korban rumah terbakar, akan direlokasi ke Gampong Ulee Jalan, kecamatan setempat pada tahun 2010 mendatang.

Dimana, Pemko Lhokseumawe, sudah membeli lahan seluas 3 hektar lagi di Gampong Ulee Jalan. Tidak hanya 88 jiwa warga korban kebakaran yang akan ditempatkan disitu, juga para bagi korban abrasi Gampong Hagu Selatan.

Hal itu disampaikan Walikota Lhokseumawe, Munir Usman, yang didampingi Wakil Walikota Suaidi Yahya dan Sekdako Safwan, SE, kepada Rakyat Aceh, Kamis (29/10), ketika meninjau lokasi kebakaran tersebut dan memberikan bantuan masa panik.

Dalam kunjungan itu, juga dihadiri oleh Ketua DPR Kota, Saifuddin Yunus, anggota DPRK, H. Jailani Usman, Kapolresta Lhokseumawe, AKBP Zulkifli, Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Inf Taupan, Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Tomo, unsur muspida dan muspika lainnya.

“Jadi kita berharap kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap resiko yang bakal terjadi. Meskipun musibah kebakaran itu tidak dapat dihindari lagi karena itu semua kehendak daripada Allah SWT,”ujarnya, seraya menambahkan, bagi para korban musibah kebakaran supaya tabah dalam menghadapinya.

Dikatakannya, musibah rumah terbakar di Kampong Jawa Lama ini, pihaknya bersama unsur muspida dan muspika lainnya akan mencanangkan program bantuan relokasi ke Gampong Ulee Jalan. “Bantuan akan kita upayakan, tapi tidak disini sehingga perlu direlokasi dan ditempat ini akan dibenahi dan dilakukan pembangunan sarana lain,”imbuhnya.

Selain itu, sebut Munir Usman, bantuan masa panik yang diberikan itu berupa beras, minyak goreng, mie instan, telur, perangkat shalat dan perangkat bayi. Semoga dengan bantuan tersebut, dapat meringankan beban penderitaan yang dirasakan oleh para korban musibah kebakaran.

Sementara itu, tenda pengobatan gratis bagi masyarakat juga sudah didirikan dilokasi tenda pengungsian, untuk memberikan layanan kesehatan bagi para warga korban rumah terbakar. (arm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar