“Dalam Penerimaan CPNSD Tahun 2009”
LHOKSEUMAWE- Sejumlah pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2009 di Kota Lhokseumawe, meminta panitia penerimaan CPNS agar lebih selektif dan profesional. Tentunya, dalam menyatakan lulus tidaknya pelamar harus sesuai dengan kemampuannya dari hasil testing pada 25 November mendatang.
“Jadi jangan ada istilah nantinya, anak tiri dan anak kandung dalam penerimaan CPNS. Kalau anak kandung atau anak keluarga pejabat diluluskan sebagai PNS. Sedangkan kami masyarakat miskin tidak lulus,”ucap Darmi (27) dan Linda (26) bersama sejumlah pelamar CPNS lainnya, kepada Rakyat Aceh, Rabu (11/11)
Dikatakannya, penerimaan CPNS tahun 2009 ini harus lebih bersih dan profesional serta tidak ada unsur KKN. Apalagi, jika terjadi jatah menjatah terhadap formasi yang diterima tersebut. Sementara masyarakat umum, yang mendaftar hanya sebagai formalitas saja.
Jangan Percaya Calo
Sementara itu Kepala Bagian Kepegawaian Setdako Lhokseumawe, Badruddin, kepada Rakyat Aceh, kemarin, menyebutkan, dalam penerimaan CPNS itu tidak ada istilah anak tiri dan anak kandung. “Lulus tidaknya pelamar, sangat tergantung kepada menjawab soal yang diujiankan nnatinya, sehingga kita harapkan pelamar dapat bersaing secara sehat dan tidak mempercayakan calo,”pinta Badruddin.
Masih dikatakannya, bagi pelamar jangan ada yang main calo karena siappun jika ketahuan maka akan diambil tindakan tegas dan diproses sesuai ketentuan berlaku. Selain itu, ungkap dia, hingga 10 November jumlah pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2009 di Kota Lhokseumawe, mencapai 1.262 orang dari berbagai formasi.
“Kita tidak memasang target dalam penerimaan CPNS tersebut, bahkan akan menerima seberapapun yang mendaftar tetap kita terima sampai batas waktu penutupan nantinya,”imbuh Badruddin, seraya menambahkan, quota yang diterima untuk menjadi PNS di Kota Lhokseumawe hanya 209 orang. (arm)
LHOKSEUMAWE- Sejumlah pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2009 di Kota Lhokseumawe, meminta panitia penerimaan CPNS agar lebih selektif dan profesional. Tentunya, dalam menyatakan lulus tidaknya pelamar harus sesuai dengan kemampuannya dari hasil testing pada 25 November mendatang.
“Jadi jangan ada istilah nantinya, anak tiri dan anak kandung dalam penerimaan CPNS. Kalau anak kandung atau anak keluarga pejabat diluluskan sebagai PNS. Sedangkan kami masyarakat miskin tidak lulus,”ucap Darmi (27) dan Linda (26) bersama sejumlah pelamar CPNS lainnya, kepada Rakyat Aceh, Rabu (11/11)
Dikatakannya, penerimaan CPNS tahun 2009 ini harus lebih bersih dan profesional serta tidak ada unsur KKN. Apalagi, jika terjadi jatah menjatah terhadap formasi yang diterima tersebut. Sementara masyarakat umum, yang mendaftar hanya sebagai formalitas saja.
Jangan Percaya Calo
Sementara itu Kepala Bagian Kepegawaian Setdako Lhokseumawe, Badruddin, kepada Rakyat Aceh, kemarin, menyebutkan, dalam penerimaan CPNS itu tidak ada istilah anak tiri dan anak kandung. “Lulus tidaknya pelamar, sangat tergantung kepada menjawab soal yang diujiankan nnatinya, sehingga kita harapkan pelamar dapat bersaing secara sehat dan tidak mempercayakan calo,”pinta Badruddin.
Masih dikatakannya, bagi pelamar jangan ada yang main calo karena siappun jika ketahuan maka akan diambil tindakan tegas dan diproses sesuai ketentuan berlaku. Selain itu, ungkap dia, hingga 10 November jumlah pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2009 di Kota Lhokseumawe, mencapai 1.262 orang dari berbagai formasi.
“Kita tidak memasang target dalam penerimaan CPNS tersebut, bahkan akan menerima seberapapun yang mendaftar tetap kita terima sampai batas waktu penutupan nantinya,”imbuh Badruddin, seraya menambahkan, quota yang diterima untuk menjadi PNS di Kota Lhokseumawe hanya 209 orang. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar