LAPANG- Ratusan warga di Kecamatan Lapang, Aceh Utara, hampir 10 tahun belum dapat merasa air bersih bersumber dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mon Pase, Aceh Utara. Akibatnya, warga setempat terpaksa membeli air bersih dari pengencer yang membawa ke gampong seharga Rp 2.500/ jeringen.
Padahal, masyarakat di Kecamatan Lapang, masih memiliki pipa sambungan rumah (SR) yang kini sudah mulai rusak dan patah. Hal itu sebabkan, selama hampir 10 tahun lamanya, air bersih dari PDAM Tirta Mon Pase, tidak kunjung sampai ke kecamatan setempat.
“Air bersih itu merupakan kebutuhan mendasar masyarakat baik untuk dikonsumsi maupun keperluaan lainnya,”ucap Aisyah (40) ibu rumah warga asal Kecamatan Lapang, Aceh Utara, kepada Rakyat Aceh, kemarin. Dikatakan Aisyah, dirinya bersama warga lainnya setiap hari harus mengeluarkan uang mencapai Rp 10 ribu untuk membeli empat jeringen air bersih dari pengecer yang membawa ke gampong.
Menurut dia, terkadang dalam sehari lebih daripada Rp 10 ribu yang dikeluarkan uang untuk membeli beberapa jeringen air bersih, akibat belum sampainya air bersih dari PDAM Tirta Mon Pase, Aceh Utara.
Menyikapi hal tersebut, Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mon Pase, Zulfikar Rasyid, kepada Rakyat Aceh, Senin (9/11), mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk mengatasi krisis air bersih di Kecamatan Lapang. “Memang kita akui selama ini di Kecamatan Lapang, tidak sampai air bersih dengan jumlah sambungan rumah (SR) disana mencapai 200,”pinta Zulfikar.
Dia juga berjanji dalam bulan Desember mendatang, warga di Kecamatan Lapang, akan dapat mengkonsumsi air bersih dari PDAM Tirta Mon Pase. Apalagi, kini pihaknya, akan melakukan perbaikan penampungan air di Gampong Matang Panyang, Kecamatan Tanah Pasir, yang mengalami kebocoran.
“Karena jika perbaikan booster penampungan air selesai maka distribusi air bersih untuk Kecamatan Lapang dapat dirasakan. Begitu juga untuk masyarakat di Kecamatan Tanah Pasir, distribusi air bersih akan normal,”imbuhnya. (arm)
Padahal, masyarakat di Kecamatan Lapang, masih memiliki pipa sambungan rumah (SR) yang kini sudah mulai rusak dan patah. Hal itu sebabkan, selama hampir 10 tahun lamanya, air bersih dari PDAM Tirta Mon Pase, tidak kunjung sampai ke kecamatan setempat.
“Air bersih itu merupakan kebutuhan mendasar masyarakat baik untuk dikonsumsi maupun keperluaan lainnya,”ucap Aisyah (40) ibu rumah warga asal Kecamatan Lapang, Aceh Utara, kepada Rakyat Aceh, kemarin. Dikatakan Aisyah, dirinya bersama warga lainnya setiap hari harus mengeluarkan uang mencapai Rp 10 ribu untuk membeli empat jeringen air bersih dari pengecer yang membawa ke gampong.
Menurut dia, terkadang dalam sehari lebih daripada Rp 10 ribu yang dikeluarkan uang untuk membeli beberapa jeringen air bersih, akibat belum sampainya air bersih dari PDAM Tirta Mon Pase, Aceh Utara.
Menyikapi hal tersebut, Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mon Pase, Zulfikar Rasyid, kepada Rakyat Aceh, Senin (9/11), mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk mengatasi krisis air bersih di Kecamatan Lapang. “Memang kita akui selama ini di Kecamatan Lapang, tidak sampai air bersih dengan jumlah sambungan rumah (SR) disana mencapai 200,”pinta Zulfikar.
Dia juga berjanji dalam bulan Desember mendatang, warga di Kecamatan Lapang, akan dapat mengkonsumsi air bersih dari PDAM Tirta Mon Pase. Apalagi, kini pihaknya, akan melakukan perbaikan penampungan air di Gampong Matang Panyang, Kecamatan Tanah Pasir, yang mengalami kebocoran.
“Karena jika perbaikan booster penampungan air selesai maka distribusi air bersih untuk Kecamatan Lapang dapat dirasakan. Begitu juga untuk masyarakat di Kecamatan Tanah Pasir, distribusi air bersih akan normal,”imbuhnya. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar