“ Kerugian Ditaksir Capai Miliyaran Rupiah “
LHOKSEUMAWE–Sedikitnya, delapan unit keude berkonstruksi kayu di Jalan Listrik Pasar Impres Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, ludes dilalap si jago merah, Minggu (12/9), sekira pukul 20.30 WIB. Dalam musibah kebakaran tersebut, tidak ada korban jiwa hanya saja kerugian harta benda ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Informasi yang berhasil dihimpun wartawan koran ini, kedelapan unit keude yang terbakar itu ditempati oleh para pedagang, baik pedagang kelontong, grosir, pakan ternak maupun pedagang sembako.
Dimana keude yang ditempati oleh pedagang tersebut berstatus sewaan adalah milik Syamsuddin. Sementara para pedagang itu, yakni Tarmizi, Umar Yusuf, Samdan, M. Ali, H. Ridwan, Husaini, Imran dan Mulyadi Nurdin.
Menurut beberapa warga setempat, kebakaran itu diduga akibat konsleting listrik di salah satu keude pedagang pakan ternak. Kemudian, api langsung menyebar keseluruh isi bangunan keude yang berkonstruksi kayu tersebut, hingga ke tujuh unit bangunan keude lainnya berjejer dipinggir jalan listrik.
Sementara kedelapan pedagang tidak berada ditempat, apalagi masih dalam suasana lebaran Idul Fitri 1431 Hijjriah, ada pedagang yang pulang kampung dan belum membuka usahanya. Pun demikian, kobaran api yang begitu dasyat dan disertai hujan deras membuat keude-keude disamping keude terbakar dapat terselamatkan setelah tibanya mobil pemadam kebakaran milik Aceh Utara, Kota Lhokseumawe dan PT. Arun LNG.
“Kobaran api baru dapat dipadamkan secara keseluruhan pada pukul 23.00 WIB hingga 24.00 WIB tadi malam,”ucap Samsul Bahri salah seorang petugas Tagana Kota Lhokseumawe, kepada Rakyat Aceh, kemarin. Kata dia, pada malam kejadian petugas Tagana bersama Rapi ikut membantu petugas pemadam kebakaran.
“Ya kami disini untuk membantu mengatur lalulintas, agar memudahkan mobil pemadam kebakaran masuk kelokasi. Apalagi, di jalan listrik dipadati dengan lalulalang kendaraan masyarakat,”ujarnya didampingi Marzuki yang juga petugas Tagana Kota Lhokseumawe. Bahkan, hingga kemarin, pihak Tagana telah melakukan pendataan nama-nama pedagang yang keudenya ludes terbakar.
Hingga berita ini diturunkan Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe, belum menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran. Hal itu disebabkan, masih dalam suasana lebaran dan cuti bersama. (arm)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar