* Pelaku Minta Tebusan 3 M Tempo 2 Hari*
SIMPANG KRAMAT- Kasus penculikan dengan menggunakan senjata api kembali terjadi di Kabupaten Aceh Utara. Kali ini seorang pelajar, Jufrizal (18) warga Keude Simpang Empat Kecamatan Kuta Makmur diculik OTK, Selasa malam (26/5) sekira pukul 23.00 wib. Hingga saat ini personil polres Lhokseumawe yang diback up personil Polda NAD sedang mencari pelaku.
Informasi yang diterima Metro Aceh, pelaku penculikan dikabarkan mengendarai mobil kijang innova warna silver. Dari saksi mata diketahui bahwa pelaku membawa senjata api laras panjang dan juga laras pendek. Saat itu korban sedang duduk di sebuah warung di desa tersebut yang menyediakan permainan Play Station.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Zulkifli membenarkan adanya laporan penculikan yang terjadi di Kecamatan Simpang Kramat Selasa malam. Pihaknya sudah meminta keterangan keluarga korban dan sejumlah saksi. Sementara itu sejumlah personil Polres Lhokseumawe yang dibantu personil Polda Nad sedang melakukan penyelidikan.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak Polres Lhokseumawe. Kini sejumlah personil sudah kita turunkan untuk mengusut dan mengejar pelaku. Hingga saat ini kita belum dapat memastikan apa motif penculikan dan siapa pelakunya,”terang kapolres.Terkait kejadian ini, kapolres menghimbau agar masyarakat yang mau membantu pihaknya. “Kita menghimbau kepada sejumlah masyarakat agar dapat melaporkan kepada kami. Jika disekitar mereka melihat dan mengetahui keberadaan pelaku maupun korban,”harap kapolres.
Menurut kakek korban, Ibrahim Yahya dirinya mengatahui cucunya diculik dari warga di desanya. Pada saat itu cucunya pergi menuju sebuah warung tempat biasanya bermain play station dengan sepeda motor. Baru saja dirinya duduk bersama teman-temannya, tiba-tiba datang sebuah mobil dan berhenti persis di depan warung.
“Tidak lama berhenti, dua orang berperawakan sedang turun dari mobil. Keduanya menenteng senjata, satu pakai senjata laras panjang dan satu lagi seperti pistol. Sambil mengokang senjata keduanya langsung membawa paksa cucu saya,”terang Ibrahim kepada wartawan koran ini, Rabu (27/5).Mendapat laporan ini, dirinya langsung menghubungi ayah korban yang tinggal di Lhokseumawe. “Saat mendapat kabar tersebut saya lalu memberitahukan ayahnya yang tinggal di Lhokseumawe. Sebab selama ini Jufrizal tinggal bersama saya sejak ayahnya kerja ke Jepang,”terang Ibrahim.
Sementara itu, orang tua korban, Ahmad Ilyas (40) yang mengetahui bahwa anaknya telah diculik langsung menuju kampungnya. Setelah itu dirinya langsung membuat laporan kepada pihak Polres Lhokseumawe. Namun sejauh ini dirinya belum mengetahui kondisi dan keberadaan anaknya.
“Setelah kejadian tadi malam, saya lalu menelpon HP Jufrizal. Tetapi yang mengangkatnya malah pelaku dan mengatakan “urusannya besok dikantor jam 10”. Setelah itu HP milik anak saya tidak aktif lagi hingga hati ini,”terang Ahmad kepada wartawan yang mengaku belum setahun kembali ke Lhokseumawe.Lanjutnya, selama ini dirinya bekerja pada sebuiah perusahaan spare part mobil di Jepang. Dirinya baru kembali ke Aceh sejak bulan puasa lalu atau belum genap satu tahun. Sementara saat ini dirinya sedang membangun sebuah toko di kampungnya di Keude Simpang Kramat.
“Intinya sampai saat ini kami belum tahu apa motif penculikan tersebut. Menurut saya selama ini tidak pernah bermasalah dengan seseorang. Begitu juga anak saya juga tidak pernah menceritakan kalau dia punya masalah dengan pihak lain,”terangnya.
Ditanya apakah ada ancaman dari pelaku atau minta tebusan? Ayah korban membenarkannya, sebab sekira pukul 10.00 wib masuk telpon mengaku dari penculik. Mereka minta sejumlah uang tebusan dan juga voucher pulsa kepada ayah korban.“Pelaku minta uang tebusan berjumlah 3 M dalam tempo dua hari. Hingga saat ini saya belum memberikan uang tebusan itu, apalagi jumlahnya sangat besar,”terangnya.
Sementara itu, empat orang saksi yang melihat langsung kejadian juga dipanggil pihak polres untuk dimintai keterangan. Kepada wartawan koran ini, empat saksi mata membenarkan kalau mereka melihat korban dibawa oleh orang bersenjata yang menaiki kijang innova.
“Pada malam itu Jufrizal baru saja sampai di warung tempat play station. Namun belum lagi dirinya main dan minum yang dipesannya. Tiba-tiba datang sebuah mobil innova berwarna silver berhenti di depan warung. Lalu turun dua orang dengan menenteng senjata laras panjang memakai baju kaos coklat dan satu lagi memkai pistol,”terang saksi yang namanya tidak mau ditulis.
Setelah itu, sambung saksi lainnya, pelaku masuk warung dan mengatakan “dua orang keluar”. Malah pelaku yang memegang senjata laras panjang mengokang senjatanya dan langsung membawa korban.“Pada saat itu kami mendengar korban mengatakan ada apa ini bang. Tetapi pelaku menjawab nanti saja tahu dikantor. Saat itu kami tidak berani berbuat apa-apa saat melihat korban dibawa oleh pelaku. Setelah itulah kami melaporkan kejadian ini kepada kakeknya Jufrizal,”terang saksi mata. (agt)
SIMPANG KRAMAT- Kasus penculikan dengan menggunakan senjata api kembali terjadi di Kabupaten Aceh Utara. Kali ini seorang pelajar, Jufrizal (18) warga Keude Simpang Empat Kecamatan Kuta Makmur diculik OTK, Selasa malam (26/5) sekira pukul 23.00 wib. Hingga saat ini personil polres Lhokseumawe yang diback up personil Polda NAD sedang mencari pelaku.
Informasi yang diterima Metro Aceh, pelaku penculikan dikabarkan mengendarai mobil kijang innova warna silver. Dari saksi mata diketahui bahwa pelaku membawa senjata api laras panjang dan juga laras pendek. Saat itu korban sedang duduk di sebuah warung di desa tersebut yang menyediakan permainan Play Station.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Zulkifli membenarkan adanya laporan penculikan yang terjadi di Kecamatan Simpang Kramat Selasa malam. Pihaknya sudah meminta keterangan keluarga korban dan sejumlah saksi. Sementara itu sejumlah personil Polres Lhokseumawe yang dibantu personil Polda Nad sedang melakukan penyelidikan.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak Polres Lhokseumawe. Kini sejumlah personil sudah kita turunkan untuk mengusut dan mengejar pelaku. Hingga saat ini kita belum dapat memastikan apa motif penculikan dan siapa pelakunya,”terang kapolres.Terkait kejadian ini, kapolres menghimbau agar masyarakat yang mau membantu pihaknya. “Kita menghimbau kepada sejumlah masyarakat agar dapat melaporkan kepada kami. Jika disekitar mereka melihat dan mengetahui keberadaan pelaku maupun korban,”harap kapolres.
Menurut kakek korban, Ibrahim Yahya dirinya mengatahui cucunya diculik dari warga di desanya. Pada saat itu cucunya pergi menuju sebuah warung tempat biasanya bermain play station dengan sepeda motor. Baru saja dirinya duduk bersama teman-temannya, tiba-tiba datang sebuah mobil dan berhenti persis di depan warung.
“Tidak lama berhenti, dua orang berperawakan sedang turun dari mobil. Keduanya menenteng senjata, satu pakai senjata laras panjang dan satu lagi seperti pistol. Sambil mengokang senjata keduanya langsung membawa paksa cucu saya,”terang Ibrahim kepada wartawan koran ini, Rabu (27/5).Mendapat laporan ini, dirinya langsung menghubungi ayah korban yang tinggal di Lhokseumawe. “Saat mendapat kabar tersebut saya lalu memberitahukan ayahnya yang tinggal di Lhokseumawe. Sebab selama ini Jufrizal tinggal bersama saya sejak ayahnya kerja ke Jepang,”terang Ibrahim.
Sementara itu, orang tua korban, Ahmad Ilyas (40) yang mengetahui bahwa anaknya telah diculik langsung menuju kampungnya. Setelah itu dirinya langsung membuat laporan kepada pihak Polres Lhokseumawe. Namun sejauh ini dirinya belum mengetahui kondisi dan keberadaan anaknya.
“Setelah kejadian tadi malam, saya lalu menelpon HP Jufrizal. Tetapi yang mengangkatnya malah pelaku dan mengatakan “urusannya besok dikantor jam 10”. Setelah itu HP milik anak saya tidak aktif lagi hingga hati ini,”terang Ahmad kepada wartawan yang mengaku belum setahun kembali ke Lhokseumawe.Lanjutnya, selama ini dirinya bekerja pada sebuiah perusahaan spare part mobil di Jepang. Dirinya baru kembali ke Aceh sejak bulan puasa lalu atau belum genap satu tahun. Sementara saat ini dirinya sedang membangun sebuah toko di kampungnya di Keude Simpang Kramat.
“Intinya sampai saat ini kami belum tahu apa motif penculikan tersebut. Menurut saya selama ini tidak pernah bermasalah dengan seseorang. Begitu juga anak saya juga tidak pernah menceritakan kalau dia punya masalah dengan pihak lain,”terangnya.
Ditanya apakah ada ancaman dari pelaku atau minta tebusan? Ayah korban membenarkannya, sebab sekira pukul 10.00 wib masuk telpon mengaku dari penculik. Mereka minta sejumlah uang tebusan dan juga voucher pulsa kepada ayah korban.“Pelaku minta uang tebusan berjumlah 3 M dalam tempo dua hari. Hingga saat ini saya belum memberikan uang tebusan itu, apalagi jumlahnya sangat besar,”terangnya.
Sementara itu, empat orang saksi yang melihat langsung kejadian juga dipanggil pihak polres untuk dimintai keterangan. Kepada wartawan koran ini, empat saksi mata membenarkan kalau mereka melihat korban dibawa oleh orang bersenjata yang menaiki kijang innova.
“Pada malam itu Jufrizal baru saja sampai di warung tempat play station. Namun belum lagi dirinya main dan minum yang dipesannya. Tiba-tiba datang sebuah mobil innova berwarna silver berhenti di depan warung. Lalu turun dua orang dengan menenteng senjata laras panjang memakai baju kaos coklat dan satu lagi memkai pistol,”terang saksi yang namanya tidak mau ditulis.
Setelah itu, sambung saksi lainnya, pelaku masuk warung dan mengatakan “dua orang keluar”. Malah pelaku yang memegang senjata laras panjang mengokang senjatanya dan langsung membawa korban.“Pada saat itu kami mendengar korban mengatakan ada apa ini bang. Tetapi pelaku menjawab nanti saja tahu dikantor. Saat itu kami tidak berani berbuat apa-apa saat melihat korban dibawa oleh pelaku. Setelah itulah kami melaporkan kejadian ini kepada kakeknya Jufrizal,”terang saksi mata. (agt)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar