KUTA MAKMUR- Warga Sidomulyo asal Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, terserang virus “Chikungunya”, yang disebarkan oleh gigitan nyamuk dari spesies Aedes aegypti. Penyakit Chikungunya itu diketahui setelah Dinas Kesehatan Aceh Utara, mengirimkan 10 sample darah warga setempat ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan di Departemen Kesehatan (Depkes) RI awal bulan lalu. Dari 10 sampel darah warga yang diperiksa tersebut hanya empat warga positif terserang penyakit Chikungunya.
Dimana sebelumnya, puluhan warga Sidomulyo terserang penyakit aneh yang belum diketahui sebabnya, sehingga membuat Dinas Kesehatan Aceh Utara, mengambil 10 sample darah warga untuk diperiksa.
“Kita sudah menerima hasil lab sample darah warga itu dari Depkes RI sejak tiga hari lalu. Ternyata empat warga Sidomulyo positif mengalami penyakit Chikungunya dan virus ini bersumber dari gigitan nyamuk Aedes aegypti,”ucap Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Drs. M. Hasan, M.Kes, melalui Kabid P2P-PL dinas setempat dr Annaziah Syam, kepada Rakyat Aceh, Jum’at (29/5).
Kata dia, penyakit Chikungunya adalah sejenis demam virus dan gejala penyakit ini termasuk demam mendadak yang mencapai 39 derajat C, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit. Nyamuk yang sama juga menularkan penyakit demam berdarah dengue. Meski masih "bersaudara" dengan demam berdarah, penyakit ini tidak mematikan. Penyakit Chikungunya disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti.
Sebut Annaziah, gejala utama terkena penyakit Chikungunya yakni tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu di persendian. Bahkan, karena salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga timbul rasa sakit pada tulang, ada yang menamainya sebagai demam tulang atau flu tulang.
“Memang gejala-gejalanya mirip dengan infeksi virus dengue dan sedikit perbedaan pada hal-hal tertentu. Virus ini dipindahkan dari satu penderita ke penderita lain melalui nyamuk, antara lain Aedes aegypti,”ujarnya.
Namun, upaya pencegahan yang murah dan efektif untuk memberantas nyamuk ini, sambung dr Annaziah, dengan cara menguras tempat penampungan air bersih, bak mandi, vas bunga dan sebagainya, paling tidak seminggu sekali. Pasalnya, nyamuk tersebut berkembang biak dari telur sampai menjadi dewasa dalam kurun waktu 7-10 hari. Halaman atau kebun di sekitar rumah harus bersihkan dari benda-benda yang memungkinkan menampung air bersih, terutama pada musim hujan. (arm)
Dimana sebelumnya, puluhan warga Sidomulyo terserang penyakit aneh yang belum diketahui sebabnya, sehingga membuat Dinas Kesehatan Aceh Utara, mengambil 10 sample darah warga untuk diperiksa.
“Kita sudah menerima hasil lab sample darah warga itu dari Depkes RI sejak tiga hari lalu. Ternyata empat warga Sidomulyo positif mengalami penyakit Chikungunya dan virus ini bersumber dari gigitan nyamuk Aedes aegypti,”ucap Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Drs. M. Hasan, M.Kes, melalui Kabid P2P-PL dinas setempat dr Annaziah Syam, kepada Rakyat Aceh, Jum’at (29/5).
Kata dia, penyakit Chikungunya adalah sejenis demam virus dan gejala penyakit ini termasuk demam mendadak yang mencapai 39 derajat C, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit. Nyamuk yang sama juga menularkan penyakit demam berdarah dengue. Meski masih "bersaudara" dengan demam berdarah, penyakit ini tidak mematikan. Penyakit Chikungunya disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti.
Sebut Annaziah, gejala utama terkena penyakit Chikungunya yakni tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu di persendian. Bahkan, karena salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga timbul rasa sakit pada tulang, ada yang menamainya sebagai demam tulang atau flu tulang.
“Memang gejala-gejalanya mirip dengan infeksi virus dengue dan sedikit perbedaan pada hal-hal tertentu. Virus ini dipindahkan dari satu penderita ke penderita lain melalui nyamuk, antara lain Aedes aegypti,”ujarnya.
Namun, upaya pencegahan yang murah dan efektif untuk memberantas nyamuk ini, sambung dr Annaziah, dengan cara menguras tempat penampungan air bersih, bak mandi, vas bunga dan sebagainya, paling tidak seminggu sekali. Pasalnya, nyamuk tersebut berkembang biak dari telur sampai menjadi dewasa dalam kurun waktu 7-10 hari. Halaman atau kebun di sekitar rumah harus bersihkan dari benda-benda yang memungkinkan menampung air bersih, terutama pada musim hujan. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar