“Dua Jembatan Di Geureudong Pase Hancur”
GEUREUDONG PASE- Dua jembatan di Gampong Uram Jalan dan Gampong Leubok Kliet, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara, mengalami rusak parah dan hancur. Akibatnya, selama ini puluhan anak sekolah harus melewati jalan alternatif lainnya yang berjarak sekitar 8 kilometer dengan berjalan kaki.
Informasi yang diterima wartawan koran ini, penyebab hancur dan putusnya jembatan uram jalan ketika terjadinya banjir pada awal Mei lalu. Tidak hanya itu, kondisi jembatan itu juga diperparah dengan limbah batang sawit replanting dari PT. Setia Agung yang menghamtamjembatan tersebut.
Camat Geureudong Pase, Aceh Utara, Fuad Mukhtar, S.Sos, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, Minggu (31/5), juga membenarkan dua jembatan di kecamatannya kini mengalami rusak parah dan belum dilakukan perbaikan. “Anehnya, aparat Gampong Uram Jalan telah menghubungi PT. Setia Agung, tapi sejauh ini belum ada respon yang positif. Sehingga kita meminta kepada Setia Agung, harus bertanggung jawab atas rutuhnya jembatan dimaksud,”tegas Fuad.
Sebut dia, panjang jembatan Gampong Uram Jalan, mencapai 50 meter dan jembatan di Leubok Kliet berkisar 100 meter. Rusaknya, kedua jembatan ini telah menganggu aktifitas masyarakat yang menghubungkan ke Ibukota Kecamatan Geureudong Pase. Namun, khusunya untuk jembatan Leubok Kliet mulai hancur akibat besi jembatan sebanyak 21 batang dicuri oleh orang tak dikenal (OTK) beberapa bulan lalu.
“Jadi kalau dibiarkan jembatan ini begitu saja, maka akan ambruk dan kemungkinan juga akan memakan korban karena banyaknya masyarakat yang mengangkut hasil pertanian melewati jalan tersebut,”imbuh Camat Geureudong Pase.
Sementara itu, Taufiqurrahman salah seorang tokoh pemuda di Kecamatan Geureudong Pase, Taufiqurrahman, kepada wartawan koran ini, mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan PT. Setia Agung, harus dapat memperbaiki jembatan yang mengalami rusak parah tersebut. “Kami juga meminta Disbunhut Aceh Utara dan pihak terkait lainnya untuk segera menindak serta memeriksa kemungkinan PT. Setia Agung tersebut, apakah memiliki Amdal atau tidak,”ujarnya. (arm)
GEUREUDONG PASE- Dua jembatan di Gampong Uram Jalan dan Gampong Leubok Kliet, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara, mengalami rusak parah dan hancur. Akibatnya, selama ini puluhan anak sekolah harus melewati jalan alternatif lainnya yang berjarak sekitar 8 kilometer dengan berjalan kaki.
Informasi yang diterima wartawan koran ini, penyebab hancur dan putusnya jembatan uram jalan ketika terjadinya banjir pada awal Mei lalu. Tidak hanya itu, kondisi jembatan itu juga diperparah dengan limbah batang sawit replanting dari PT. Setia Agung yang menghamtamjembatan tersebut.
Camat Geureudong Pase, Aceh Utara, Fuad Mukhtar, S.Sos, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, Minggu (31/5), juga membenarkan dua jembatan di kecamatannya kini mengalami rusak parah dan belum dilakukan perbaikan. “Anehnya, aparat Gampong Uram Jalan telah menghubungi PT. Setia Agung, tapi sejauh ini belum ada respon yang positif. Sehingga kita meminta kepada Setia Agung, harus bertanggung jawab atas rutuhnya jembatan dimaksud,”tegas Fuad.
Sebut dia, panjang jembatan Gampong Uram Jalan, mencapai 50 meter dan jembatan di Leubok Kliet berkisar 100 meter. Rusaknya, kedua jembatan ini telah menganggu aktifitas masyarakat yang menghubungkan ke Ibukota Kecamatan Geureudong Pase. Namun, khusunya untuk jembatan Leubok Kliet mulai hancur akibat besi jembatan sebanyak 21 batang dicuri oleh orang tak dikenal (OTK) beberapa bulan lalu.
“Jadi kalau dibiarkan jembatan ini begitu saja, maka akan ambruk dan kemungkinan juga akan memakan korban karena banyaknya masyarakat yang mengangkut hasil pertanian melewati jalan tersebut,”imbuh Camat Geureudong Pase.
Sementara itu, Taufiqurrahman salah seorang tokoh pemuda di Kecamatan Geureudong Pase, Taufiqurrahman, kepada wartawan koran ini, mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan PT. Setia Agung, harus dapat memperbaiki jembatan yang mengalami rusak parah tersebut. “Kami juga meminta Disbunhut Aceh Utara dan pihak terkait lainnya untuk segera menindak serta memeriksa kemungkinan PT. Setia Agung tersebut, apakah memiliki Amdal atau tidak,”ujarnya. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar