01 Juni, 2009

Chikungunya Mulai Serang Sawang dan Paya Bakong

ACEH UTARA- Setelah warga Sidomulyo, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara terserang virus Chikungunya, kini hal yang sama dialami oleh puluhan warga di Kecamatan Sawang dan Paya Bakong dalam sebulan terakhir ini.

Kondisi kesehatan puluhan warga tersebut, yang sempat terserang penyakit Chikungunya akibat gigitan
nyamuk dari spesies Aedes aegypti, kini sudah membaik setelah ditangani oleh Dinas Kesehatan Aceh Utara bersama pihak Puskesmas setempat.

Di Kecamatan Paya Bakong, warga yang menderita penyakit Chikungunya berada di Gampong Blang Pante sekitar 19 orang. Begitu juga di Kecamatan Sawang, yakni di Gampong Teupin Reusep, Alue Ie Mudek, Lhok Gajah, Cot Rawatu dan Gampong Blang Manyak, yang mencapai 50 orang lebih.

“Petugas kita terus melakukan penyuluhan dan langkah-langkah antisipasi terhadap bahaya penyakit Chikungunya. Meskipun penyakit ini tidak menyebabkan kematian tapi kita harus selalu mengwaspadai,”ucap Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Drs. M. Hasan, M.Kes, melalui Kabid P2P-PL dinas setempat dr Annaziah Syam, kepada Rakyat Aceh, Minggu (31/6).

Sebut dia, pemberantasan dan pemeriksaan sarang nyamuk
Aedes aegypti, kini terus dilakukan untuk mengatasi bagi warga yang terserang penyakit Chikungunya. Dan bagi semua Puskesmas di Aceh Utara harus selalu siaga 24 jam terhadap kemungkinan masyarakat akan terang penyakit serupa didaerah tinggal masing-masing.

Lanjut Annaziah, jika masyarakat terkena penyakit Chikungunya atau sejenis
demam virus dengan gejalanya demam mendadak yang mencapai 39 derajat Celcius, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit.

“Apabila ada warga yang terserang penyakit tersebut segera periksa ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan upaya antisipasi,”ucapnya. Selain itu, ungkap Kabid P2P-PL ini, pihaknya mengetahui penyakit Chikungu terserang warga Kecamatan Paya Bakong dan Sawang, karena sama yang pernah diderita oleh masyarakat Sidomulyo Kecamatan Kuta Makmur, awal bulan lalu.

Sementara itu, seperti yang diberitakan sebelumnya, nyamuk
Aedes aegypti juga menularkan penyakit demam berdarah dengue. Meski masih "bersaudara" dengan demam berdarah, penyakit ini tidak mematikan. Penyakit Chikungunya disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Sebut Annaziah, gejala utama terkena penyakit Chikungunya yakni tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu di persendian. Bahkan, karena salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga timbul rasa sakit pada tulang, ada yang menamainya sebagai demam tulang atau
flu tulang.

“Memang gejala-gejalanya mirip dengan infeksi
virus dengue dan sedikit perbedaan pada hal-hal tertentu. Virus ini dipindahkan dari satu penderita ke penderita lain melalui nyamuk, antara lain Aedes aegypti,”ujarnya.

Namun, upaya pencegahan yang murah dan efektif untuk memberantas nyamuk ini, sambung dr Annaziah, dengan cara menguras tempat penampungan air bersih, bak mandi, vas bunga dan sebagainya, paling tidak seminggu sekali. Pasalnya, nyamuk tersebut berkembang biak dari telur sampai menjadi dewasa dalam kurun waktu 7-10 hari. Halaman atau kebun di sekitar rumah harus bersihkan dari benda-benda yang memungkinkan menampung air bersih, terutama pada musim hujan. (arm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar