05 Juni, 2009

Polisi Gadungan Diciduk Bawa Mobil Bodong

Tersangka Dua Kali Tes Polisi

LHOKSEUMAWE
- Jajaran Polres Lhokseumawe mengamankan seorang pemuda, Dar (26) warga Desa Ulee tanoh Kecamatan Tanah Pasir, Rabu (3/6) sekira pukul 16.00 wib. Tersangka ditangkap oleh petugas dengan mengaku anggota polisi saat membawa mobil bodong jenis isuzu panther setelah dikejar sejak siang hari.

Informasi yang diterima wartawan koran ini, pada Rabu siang kemarin, jajaran Polres Lhokseumawe menggelar razia di sejumlah lokasi. Sekitar pukul 12.00 wib, ada sebuah mobil tiba-tiba berhenti saat melihat ada razia di wilayah Geudong. Bahkan mobil tersebut langsung berbalik arah menghindari lokasi razia.

Melihat gelagat mencurigakan ini, petugas polisi yang berpakaian preman yang berada di lokasi tersebut langsung mengikuti mobil tersebut. Namun tersangka berhasil menyembunyikan diri dan petugas kehilangan arah. Tetapi petugas terus melacak mobil yang tadi berusaha kabur dari razia dan didapatio informasi bahwa sekitar pukul 15.00 wib mobil panther tersebut lewat di depan polres Lhokseumawe.

Petugas lalu melakukan koordinasi dengan polsek terdekat yaitu polsek Muara Satu dan Polsek Dewantara. Setelah itu polisi terus mengikutinya hingga mobil tersebut berbelok ke arah jalan line pipa persisnya di Desa Meuria Paloh.

“Sampai disana langsung kita hentikan dan memeriksa pengendaranya. Awalnya dia mencoba lari, tapi petugas sudah berada dilokasi. Tapi saat diperiksa dia malah menunjukkan dompet yang berisikan photo seorang petugas polisi,”terang Kapolres Lhokseumawe AKBP Zulkifli yang didampingi wakapolres Kompol Iskandar ZA dan kasat intelkam Iptu M.Yanis, kepada Metro Aceh.

Melihat dia menunjukkan photo seorang personil polisi, petugas lalu meminta KTA dan tersangka tidak dapat menunjukkannya. Begitu juga dengan surat kendaraan bermotor tidak dapat ditunjukkan oleh tersangka. Lalu petugas langsung membawa tersangka yang saat itu sedang berdua dengan wanita ke mapolres Lhokseumawe untuk dimintai keterangan.

“Awalnya dia mengaku itu foto adiknya yang polisi. Tapi dia tidak tahu dimana tempat tugasnya. Tapi saat diinterogasi awal, akhirnya dia mengaku bahwa itu photo dirinya. Alasannya suka menjadi polisi dan saat itu berphoto pakai baju temannya,”terang kapolres.

Tersangka mengaku kepada wartawan dihadapan kapolres, bahwa dirinya memang suka menjadi polisi. Bahkan sudah dua kali dirinya ikut tes masuk polisi tetapi tidak lulus. Sedangkan photonya itu hanya untuk dirinya saja dan tidak ada maksud lain.

Ditanya terkait kepemilikan mobilnya, tersangka mengaku bahwa didapatnya dari seorang warga bernama Juf. Pada saat itu dia membeli mobil isuzu panther itu dengan harga Rp.15 juta. Pembelian dilakukan dengan cara menukar satu unit sepeda motor mio dan uang Rp.3 juta. Padahal sepeda motor mio itu juga dibeli oleh tersangka dengan cara kredit dan belum lunas.

“Kasus ini masih terus kita dalami, apakah tersangka memang merupakan sindikat curanmor. Bisa jadi dengan modus berphoto pakai baju polisi dia menakut nakuti orang lain. Apalagi di mobil tersangak juga kita temukan kunci T dan juga lambang pangkat taruna tergantung dan photo dirinya pakai seragam polisi tertempel pada spion tengah,”papar kapolres. (agt)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar