* Jabal dan Aiyub Terus Diburu
LHOKSEUMAWE- Jajaran Polres Lhokseumawe terus melakukan penjagaan terhadap keluarga korban penculikan, hingga semua pelaku tertangkap. Hal ini dilakukan oleh pihak kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada keluarga korban pasca pembebasan sandera, Rabu (3/6) kemarin.
Sejauh ini, polisi telah mengamankan 12 orang yang diduga sebagai pelaku, 2 orang meninggal dan barang bukti satu unit mobil kijang innova, ransel loreng dan kopel tempat magazen. Sementara itu diantara jumlah tersangka, 9 orang ditetapkan menjadi tersangka dan 3 orang masih dipelajari keterlibatannya.
“Kita tetap akan melakukan pengamanan terhadap keluarga korban penculikan. Intinya rumah korban akan terus kita tempatkan personil untuk pengamanan hingga semua pelaku tertangkap. Ini kita lakukan sesuai dengan fungsi dan tugas polri tentunya,”ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Zulkifli yang didampingi kasat reskrim AKP Ricky Purnama Kertapati kepada Metro Aceh, Kamis (4/6).
Sementara itu, lanjut kapolres, sampai saat ini sejumlah 12 pelaku telah diamankan, 9 diantaranya terbukti sebagai pelaku dan 3 lainnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan 2 pelaku lainnya telah meninggal dalam kontak tembak kemarin. Adapun barang bukti lain yang telah diamankan adalah, satu unit mobil kijang innova, ransel loreng dan kopel tempat magazen.
Ditanya apakah polisi tetap memburu para kawanan lainnya? Kapolres Lhokseumawe dengan tegas mengatakan akan tetap mengejar semua kelompok bersenjata tersebut. Melalui koordinasi bersama, dengan berbagai polres dan diback up personil Polda Aceh serta dukungan TNI. Polres Lhokseumawe berharap semua pelaku akan dapat diringkus dalam waktu dekat ini.
“Target kita akan menyikat semua pelaku yang tergabung dalam kelompok tersebut. Mereka memang jelas mempunyai senjata baik laras panjang maupun laras pendek. Sekarang kita telah mengetahui identitas pelaku lainnya, selain Jabal dan Aiyub (cangguk) yang merupakan otak pelaku,”tegas kapolres. (agt)
LHOKSEUMAWE- Jajaran Polres Lhokseumawe terus melakukan penjagaan terhadap keluarga korban penculikan, hingga semua pelaku tertangkap. Hal ini dilakukan oleh pihak kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada keluarga korban pasca pembebasan sandera, Rabu (3/6) kemarin.
Sejauh ini, polisi telah mengamankan 12 orang yang diduga sebagai pelaku, 2 orang meninggal dan barang bukti satu unit mobil kijang innova, ransel loreng dan kopel tempat magazen. Sementara itu diantara jumlah tersangka, 9 orang ditetapkan menjadi tersangka dan 3 orang masih dipelajari keterlibatannya.
“Kita tetap akan melakukan pengamanan terhadap keluarga korban penculikan. Intinya rumah korban akan terus kita tempatkan personil untuk pengamanan hingga semua pelaku tertangkap. Ini kita lakukan sesuai dengan fungsi dan tugas polri tentunya,”ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Zulkifli yang didampingi kasat reskrim AKP Ricky Purnama Kertapati kepada Metro Aceh, Kamis (4/6).
Sementara itu, lanjut kapolres, sampai saat ini sejumlah 12 pelaku telah diamankan, 9 diantaranya terbukti sebagai pelaku dan 3 lainnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan 2 pelaku lainnya telah meninggal dalam kontak tembak kemarin. Adapun barang bukti lain yang telah diamankan adalah, satu unit mobil kijang innova, ransel loreng dan kopel tempat magazen.
Ditanya apakah polisi tetap memburu para kawanan lainnya? Kapolres Lhokseumawe dengan tegas mengatakan akan tetap mengejar semua kelompok bersenjata tersebut. Melalui koordinasi bersama, dengan berbagai polres dan diback up personil Polda Aceh serta dukungan TNI. Polres Lhokseumawe berharap semua pelaku akan dapat diringkus dalam waktu dekat ini.
“Target kita akan menyikat semua pelaku yang tergabung dalam kelompok tersebut. Mereka memang jelas mempunyai senjata baik laras panjang maupun laras pendek. Sekarang kita telah mengetahui identitas pelaku lainnya, selain Jabal dan Aiyub (cangguk) yang merupakan otak pelaku,”tegas kapolres. (agt)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar