“Tokoh KPA Bangun Pompanisasi Di Leubok Tuwe”MEURAH MULIA- Sebanyak 340 hektar areal sawah di Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, gagal panen pasca ambruknya mesin pompanisasi di Gampong Leubok Tuwe, di kecamatan setempat. Pasalnya, para petani di sejumlah gampong di Kecamatan Meurah Mulia, tetap turun kesawah untuk bercocok tanam dengan mengandalkan air hujan dan air seadanya. Namun, hasil panen yang diperoleh tidak maksimal dan kebanyakan gagal panen dalam waktu dua kali musim turun kesawah.
Menurut beberapa petani setempat, selama jebolnya mesin pompanisasi dan bendung Krueng Pase di Gampong Leubok Tuwe, membuat kondisi kehidupan mereka tidak menentu. Apalagi masyarakat disana umumnya bermata pencaharian sebagai petani sawah untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
“Jadi harapan para petani disini, kalau ada bantuan yang bersifat bantuan ternak dan dana lainnya agar dapat dipending dulu. Tapi bantuan itu dapat dialihkan untuk membangun mesin pompanisasi secara permanen serta bermanfaat bagi petani,”ucap Ketua Kontak Tani, Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Aceh Utara, Ismail Yusuf, kepada Rakyat Aceh, Senin (8/6) yang didampingi Camat Meurah Mulia, Bakhtiar Sulaiman, bersama beberapa petani setempat.
Sementara itu, Muspika Meurah Mulia bersama Ketua KTNA Aceh Utara, tokoh masyarakat, tokoh KPA Wilayah Pase dan para petani ikut ambil bagian dalam acara peletakan batu pertama pembangunan lokasi pompanisasi di Gampong Leubok Tuwe.
Peletakan batu pertama tersebut, dilakukan oleh beberapa teungku asal Kecamatan Meurah Mulia. Dengan lokasi pompanisasi dimaksud berada dipinggiran Sungai Leubok Tuwe, sehingga jika pembangunan itu selesai maka dapat mengairi air kepada ratusan hektar sawah milik petani. Seperti ke Gampong Leubok Tuwe, Pulo Blang, Beuringen, Kuta Batee Baroeh, Kuta Batee Ujueng, Kuta Batee Teungoeh, Bineh Payoeng, Meunasah Cut, Meunasah Kumbang, Neuhuen, Teupeun, dan Gampong Minjee.
Camat Meurah Mulia, Bakhtiar Sulaiman, mengatakan, pembangunan mesin pompanisasi sangat mendesak untuk kebutuhan air kepada petani saat bercocok tanam, karena selama jebolnya mesin pompa dalam beberapa tahun lalu, membuat petani gagal panen.
“Maka kami dari Muspika sangat berterima kasih atas prakarsai dari salah seorang tokoh KPA Wilayah Pase, Fikram alias Ayah Banta yang telah mau membantu untuk pembangunan lokasi pompansisasi ini,”ucap Bakhtiar. Kata dia, untuk pembangunan sarana dan prasarana mesin pompanisasi akan menghasilkan anggaran dana mencapai Rp 250 juta. Pada kesempatan yang sama, tokoh KPA Wilayah Pase, Fikram yang akrab di sapa Ayah Banta, kepada Rakyat Aceh, menyebutkan, dirinya hanya mau membantu masyarakat petani saja karena mereka sangat membutuhkan keberadaan mesin pompanisasi.
“Kita juga meminta DPRK Aceh Utara, dapat mengalokasikan dana untuk pembangunan mesin pompanisasi secara permanen dan bermanfaat bagi kalangan masyarakat petani,”pinta Ayah Banta. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar