“Demi Layanan Kesehatan Masyarakat”
ACEH UTARA- Dinas Kesehatan Aceh Utara, kini terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal kepada masyarakat di 27 kecamatan. Bahkan, selama ini dinas setempat mulai mengaktifkan ke 26 puskesmas di Aceh Utara selama 24 jam untuk melayani masyarakat.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu takut lagi jika membutuhkan pertolongan medis pada malam hari bisa langsung ke puskesmas terdekat. Namun, apabila ada warga sakit tidak sanggup ditangani di puskesmas maka dapat segera di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia, Aceh Utara. Kini di setiap puskesmas, sudah memiliki mobil ambulance yang selalu stanbay dan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkannya.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Drs. M.Hasan, M,Kes, saat dikonfirmasi wartawan koran ini, kemarin. Dikatakanya, selama ini di Aceh Utara juga ada Puskesmas Rawat Inap dan Puskesmas Rawat Jalan serta untuk masing-masing puskesmas disediakan satu mobil ambulance.
“Petugas saya akan selalu stanbay di puskesmas selama 24 jam untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat. Tentunya, Puskesmas Rawat Inap ada lima orang tenaga medis dan para medis, serta Puskesmas Rawat Jalan, ditempatkan empat orang tenaga medis dan para medis.
Sebut dia, penempatan tenaga kesehatan tersebut adalah diluar jam dinas kerja, dengan sistem geliran siapa-siapa yang ditugaskan dimasing-masing puskesmas. Tentunya, bagi mereka akan diberikan uang makan dan uang minum karena selama ini tidak ada lagi istilah uang lembur.
“Jadi jika ada puskesmas di Aceh Utara tidak membuka 24 jam, kita minta kepada masyarakat agar dapat melaporkan kepada pihaknya di Dinas Kesehatan Aceh Utara, biar kita ditindak lanjuti,”ujarnya. Selain itu, ungkap M.Hasan, jumlah tenaga kesehatan di Aceh Utara yang berstatus pegawai negeri sipil mencapai 1.300 orang, dan 200 orang tenaga honor bakti murni dan 50 orang tenaga honor daerah (honda). (arm)
ACEH UTARA- Dinas Kesehatan Aceh Utara, kini terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal kepada masyarakat di 27 kecamatan. Bahkan, selama ini dinas setempat mulai mengaktifkan ke 26 puskesmas di Aceh Utara selama 24 jam untuk melayani masyarakat.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu takut lagi jika membutuhkan pertolongan medis pada malam hari bisa langsung ke puskesmas terdekat. Namun, apabila ada warga sakit tidak sanggup ditangani di puskesmas maka dapat segera di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia, Aceh Utara. Kini di setiap puskesmas, sudah memiliki mobil ambulance yang selalu stanbay dan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkannya.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Drs. M.Hasan, M,Kes, saat dikonfirmasi wartawan koran ini, kemarin. Dikatakanya, selama ini di Aceh Utara juga ada Puskesmas Rawat Inap dan Puskesmas Rawat Jalan serta untuk masing-masing puskesmas disediakan satu mobil ambulance.
“Petugas saya akan selalu stanbay di puskesmas selama 24 jam untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat. Tentunya, Puskesmas Rawat Inap ada lima orang tenaga medis dan para medis, serta Puskesmas Rawat Jalan, ditempatkan empat orang tenaga medis dan para medis.
Sebut dia, penempatan tenaga kesehatan tersebut adalah diluar jam dinas kerja, dengan sistem geliran siapa-siapa yang ditugaskan dimasing-masing puskesmas. Tentunya, bagi mereka akan diberikan uang makan dan uang minum karena selama ini tidak ada lagi istilah uang lembur.
“Jadi jika ada puskesmas di Aceh Utara tidak membuka 24 jam, kita minta kepada masyarakat agar dapat melaporkan kepada pihaknya di Dinas Kesehatan Aceh Utara, biar kita ditindak lanjuti,”ujarnya. Selain itu, ungkap M.Hasan, jumlah tenaga kesehatan di Aceh Utara yang berstatus pegawai negeri sipil mencapai 1.300 orang, dan 200 orang tenaga honor bakti murni dan 50 orang tenaga honor daerah (honda). (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar