30 Agustus, 2009

Rumah Warga Hancur Diberikan Bantuan Masa Panik

Diterpa Angin Badai
“Di Banda Sakti 70 Unit Rumah Rusak Total, Ringan dan Sedang”

LHOKSEUMAWE- Rumah warga yang mengalami hancur total diterpa angin badai di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, telah diberikan bantuan sembako masa panik kepada pemilik rumah oleh Muspika setempat. Pemilik rumah tersebut berjumlah 11 orang, masing-masing dua warga di Kelurahan Kuta Blang, Utuen Bayi satu orang, Ujung Blang satu orang, Hagu Barat Laut satu orang, Pusong Lama tiga orang dan Hagu Teungoh satu orang.

Sementara rumah warga yang rusak ringan dan sedang berdasarkan data yang diterima Camat Banda Sakti, Irsyadi,S.Sos, dari geuchik mencapai 60 unit. Namun, terhadap pemilik rumah itu tidak diberikan bantuan masa panik karena hanya diprioritaskan kepada korban yang rumahnya hancur total.

“Inikan musibah yang terjadi ditempat kita dan bantuan sembako kita diberikan bagi korban rumahnya hancur sehingga tidak dapat lagi berteduh, sehingga terpaksa tinggal di rumah tetangga,”ucap Camat Banda Sakti, Irsyadi,S.Sos, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, Sabtu (29/8).

Dikatakanya, bagi warga yang rumahnya rusak ringan dan sedang tidak diberikan bantuan masa panik, karena rumah mereka tidak terlalu parah terjadi kerusakan akibat diterpa angin badai.

Lanjut Camat Banda Sakti ini, untuk sementara waktu pihaknya hanya dapat memberikan bantuan masa panik kepada korban rumah hancur. Namun terkait kondisi rumah hancur total akan dilaporkan terlebih dulu kepada Walikota Lhokseumawe, untuk mencari solusi apakah diberikan ganti rugi atau bagaimana baiknya. “Itu semua berdasarkan keputusan daripada Walikota, sedangkan saya hanya dapat menyampaikan berdasarkan laporan dari lapangan untuk ditidak lanjutinya,”imbuh Irsyadi, S.Sos.

Sementara itu, salah seorang korban atap rumah hancur, Faisal Rizal (30) kepada Rakyat Aceh, kemarin, mengatakan, saat kejadian dirinya bersama keluarga sedang membuka puasa di dalam rumah. “Itupun saya tau dari tetangga yang menyatakan atap rumah saya sudah terbang dan tertimpa rumah Usman. Lalu kami langsung melihat kondisi atap rumah yang terbuat dari seng sudah jatuh kebawah tanah,”ucap Faisal.

Hal senada juga disampaikan Manowiah Yatim (58) warga Utuen Bayi. Kata dia, dirinya sempat melihat atap rumah terbang melayang dan kemudian jatuh ke tanah setelah terkena pohon kelapa. “Jatuh atap seng rumah itu, hanya sekitar lima meter dari tempat saya berdiri. Untung saja tidak kena saya dan Allah SWT masih memberikan umur panjang kepada saya,”kisah Manowiah. (arm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar