“Investor Gagal Datangkan ke Aceh Utara”
ACEH UTARA- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal) Reuluet, Aceh Utara, kini mempertanyakan lemahnya kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Dimana, program pemerintah Aceh Utara dalam membuka lahan pengembangan ubi kayu sebagai bahan baku utama pengolahan bioetanol dinilai gagal.
“Betapa tidak, sekitar enam hektar lebih tanaman ubi kayu di Kecamatan Nisam yang sudah siap panen kini mubazir, akibat tidak tahu harus dipasarkan ke mana. Sedangkan Investor yang rencanakan datang ke Aceh Utara, ternyata kemampuan menglobinya gagal,”tegas Ketua BEM Unimal, Zulfikar Mulieng, kepada Rakyat Aceh, Selasa (29/9).
Dikatakannya, sejumlah petani di Gampong Meunasah Alue, Kecamatan Nisam, membuka kebun ubi setelah ada program pemerintah bersama investor luar daerah yang ingin membuka pabrik bioethanol di Aceh Utara. Namun, saat ubi tersebut sudah siap panen dan dipasarkan investor pun menghilang entah kemana.
“Kenapa bisa terjadi demikian? Ini semua merupakan salah satu bukti kegagalan Bupati Ilyas A. Hamid untuk mendatangkan investor ke Kabupaten Aceh Utara. Padahal, selama ini bupati kita selalu berada diluar daerah untuk mendatangkan para investor agar mau berinvestasi di Aceh Utara,”pinta Zulfikar.
Sebut dia, sekarang terbukti sudah semasa Pemerintahan Bupati Ilyas A. Hamid, berapa banyak investor yang datang dan input serta output apa yang sudah dihasilkan untuk pembangunan ekonomi masyarakat Aceh Utara. “Tentunyu, itu semua hanya omong kosong tanpa realiasasi dilapangan dan patutlah kita pertanyakan sehingga masyarakat juga bisa menilai sendiri apa yang sebenarnya dilakukan oleh Bupati di luar daerah,”ungkap aktivis mahasiswa ini.
Lanjut dia, idealnya bupati harus segera mencari alternatif lain untuk mengatasi hal tersebut. Apalagi, rakyat sudah menjadi korban dan harus menanggung kerugian walaupun akan dibangun pabrik untuk mengolah tepung, apakah akan selesai sebelum tanaman ubi yang sudah siap dipanen itu kadaluarsa atau busuk?.
“Jadi untuk apa mengahamburkan-hamburkan uang rakyat untuk perjalanan dinas dengan dalih mencari investor, toh sudah sekian lama pasca mencari investor berapa Investor yang sudah bisa didatangkan dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Investornya tidak kunjung masuk-masuk ke Aceh Utara. Jadi apa yang selama ini dilakukan Bupati diluar Daerah dengan para investor?”tanya Zulfikar.
Masih dikatakannya, pembangunan sektor pertanian berbasis teknologi merupakan langkah strategis yang perlu ditempuh untuk membangun Aceh Utara sebagai salah satu daerah di Provinsi Aceh yang maju dengan pola pertanian modern. (arm)
ACEH UTARA- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal) Reuluet, Aceh Utara, kini mempertanyakan lemahnya kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Dimana, program pemerintah Aceh Utara dalam membuka lahan pengembangan ubi kayu sebagai bahan baku utama pengolahan bioetanol dinilai gagal.
“Betapa tidak, sekitar enam hektar lebih tanaman ubi kayu di Kecamatan Nisam yang sudah siap panen kini mubazir, akibat tidak tahu harus dipasarkan ke mana. Sedangkan Investor yang rencanakan datang ke Aceh Utara, ternyata kemampuan menglobinya gagal,”tegas Ketua BEM Unimal, Zulfikar Mulieng, kepada Rakyat Aceh, Selasa (29/9).
Dikatakannya, sejumlah petani di Gampong Meunasah Alue, Kecamatan Nisam, membuka kebun ubi setelah ada program pemerintah bersama investor luar daerah yang ingin membuka pabrik bioethanol di Aceh Utara. Namun, saat ubi tersebut sudah siap panen dan dipasarkan investor pun menghilang entah kemana.
“Kenapa bisa terjadi demikian? Ini semua merupakan salah satu bukti kegagalan Bupati Ilyas A. Hamid untuk mendatangkan investor ke Kabupaten Aceh Utara. Padahal, selama ini bupati kita selalu berada diluar daerah untuk mendatangkan para investor agar mau berinvestasi di Aceh Utara,”pinta Zulfikar.
Sebut dia, sekarang terbukti sudah semasa Pemerintahan Bupati Ilyas A. Hamid, berapa banyak investor yang datang dan input serta output apa yang sudah dihasilkan untuk pembangunan ekonomi masyarakat Aceh Utara. “Tentunyu, itu semua hanya omong kosong tanpa realiasasi dilapangan dan patutlah kita pertanyakan sehingga masyarakat juga bisa menilai sendiri apa yang sebenarnya dilakukan oleh Bupati di luar daerah,”ungkap aktivis mahasiswa ini.
Lanjut dia, idealnya bupati harus segera mencari alternatif lain untuk mengatasi hal tersebut. Apalagi, rakyat sudah menjadi korban dan harus menanggung kerugian walaupun akan dibangun pabrik untuk mengolah tepung, apakah akan selesai sebelum tanaman ubi yang sudah siap dipanen itu kadaluarsa atau busuk?.
“Jadi untuk apa mengahamburkan-hamburkan uang rakyat untuk perjalanan dinas dengan dalih mencari investor, toh sudah sekian lama pasca mencari investor berapa Investor yang sudah bisa didatangkan dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Investornya tidak kunjung masuk-masuk ke Aceh Utara. Jadi apa yang selama ini dilakukan Bupati diluar Daerah dengan para investor?”tanya Zulfikar.
Masih dikatakannya, pembangunan sektor pertanian berbasis teknologi merupakan langkah strategis yang perlu ditempuh untuk membangun Aceh Utara sebagai salah satu daerah di Provinsi Aceh yang maju dengan pola pertanian modern. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar