ACEH UTARA- Selama lebaran Idul Fitri 1430 Hijjriah, ribuan sepedamotor (sepmor) yang digunakan oleh masyarakat melintas di jalan negara Medan- Banda Aceh, kawasan Kabupaten Aceh Utara, pada setiap hari. Baik itu arus mudik maupun arus balik lebaran.
Hal ini disebabkan, dengan semakin kondusifnya situasi keamanan Aceh pasca perjanjian damai RI-GAM pada 15 Agustus 2005, sehingga masyarakat tidak merasa takut lagi saat melakukan mudik lebaran. Terlebih lagi, dengan menggunakan sepedamotor bisa bebas berpergian ketempat sanak keluargnya untuk bersilaturrahmi.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Aceh Utara, Drs. F Badli, melalui Kabid Darat, Moehd Nasir saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, Sabtu (26/9, mengatakan, berdasarkan pantauan pihaknya sepedamotor yang melintas setiap hari ketika lebaran sekitar 5 ribu unit.
“Jadi dengan tingginya jumlah volumen kenderaan roda dua yang lalulalang pada setiap hari itu membuat jalan negara lintasan Kabupaten Aceh Utara menjadi padat,”ucap Kepala Bidang Darat ini.
Selain itu, sebut dia, memang selama ini masyarakat kita banyak yang sudah memiliki sepedamotor. Apalagi, dengan murahnya harga DP untuk membeli sepmor secara kredit. Pun demikian, sambung M. Nasir, mematuhi rambu-rambu lalulintas sangat penting untuk menekan angka kecelakaan lalulintas yang bakal terjadi setiap hari dijalan raya.
“Ditempat kita kawasan rawan lakalantas adalah ditikungan Krueng Mane, Simpang Dama dan Simpang Rawa Iteik. Jalan kita semakin padat ditambah lagi dengan sempitnya jalan raya serta masih banyak dijumpai jalan yang belum memiliki jalan dua jalur,”pintanya. (arm)
Hal ini disebabkan, dengan semakin kondusifnya situasi keamanan Aceh pasca perjanjian damai RI-GAM pada 15 Agustus 2005, sehingga masyarakat tidak merasa takut lagi saat melakukan mudik lebaran. Terlebih lagi, dengan menggunakan sepedamotor bisa bebas berpergian ketempat sanak keluargnya untuk bersilaturrahmi.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Aceh Utara, Drs. F Badli, melalui Kabid Darat, Moehd Nasir saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, Sabtu (26/9, mengatakan, berdasarkan pantauan pihaknya sepedamotor yang melintas setiap hari ketika lebaran sekitar 5 ribu unit.
“Jadi dengan tingginya jumlah volumen kenderaan roda dua yang lalulalang pada setiap hari itu membuat jalan negara lintasan Kabupaten Aceh Utara menjadi padat,”ucap Kepala Bidang Darat ini.
Selain itu, sebut dia, memang selama ini masyarakat kita banyak yang sudah memiliki sepedamotor. Apalagi, dengan murahnya harga DP untuk membeli sepmor secara kredit. Pun demikian, sambung M. Nasir, mematuhi rambu-rambu lalulintas sangat penting untuk menekan angka kecelakaan lalulintas yang bakal terjadi setiap hari dijalan raya.
“Ditempat kita kawasan rawan lakalantas adalah ditikungan Krueng Mane, Simpang Dama dan Simpang Rawa Iteik. Jalan kita semakin padat ditambah lagi dengan sempitnya jalan raya serta masih banyak dijumpai jalan yang belum memiliki jalan dua jalur,”pintanya. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar