ACEH UTARA- Ratusan warga Aceh Utara, dipastikan gagal untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2009. Pasalnya, anggaran yang diajukan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat, untuk seleksi penerimaan CPNS terjadi pemangkasan hingga mencapai Rp 521 juta 250 ribu.
Pemangkasan anggaran tersebut, dilakukan pasca bobolnya kas Pemkab Aceh Utara, senilai Rp 220 miliar di Bank Mandiri Jakarta, beberapa bulan lalu. Bahkan, setiap dinas di Aceh Utara juga dilakukan pemangkasan anggaran yang sudah termasuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
“Awalnya, kita mengusulkan dana untuk seleksi penerimaan calon PNS mencapai Rp 889.813.410 dengan target 5.000 pelamar. Tapi dana itu terjadi pemangkasan Rp 521.250.000, sehingga sisa dana hanya Rp 368.563.410,”ucap Syahmar,SH, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan pada BKD Aceh Utara, kepada Rakyat Aceh, Jum’at (2/10).
Padahal, kata dia, dana tersebut akan digunakan mencetak soal, lembaran jawaban komputer (ljk) diprovinsi, honor petugas pengamanan, pengawas, ATK dan kebutuhan lainnya. Namun, pihaknya tidak dapat berbuat banyak dengan terjadi pemangkasan angggaran dimaksud.
Sebut Kabid Perencanaan dan Pengembangan ini, seharusnya jika dana itu tidak dipangkas paling tidak dapat menampung tenaga kerja yang bakal jadi CPNS formasi tahun 2009. “Jadi kita di Aceh Utara pada 2008 lalu, mendapatkan formasi CPNS hanya 318 orang, sedangkan yang mendaftar mencapai 7 ribu pelamar,”imbuhnya.
Selain itu, ungkap dia, kini pihaknya sedang memproses 408 tenaga honor daerah (honda) formasi 2009 yang SK-nya dibawah tahun 2004. Bahkan, nama-nama mereka juga telah diusulkan ke BKN Medan untuk pengangkatan PNS. Sementara tenaga honor daerah, yang SK diatas tahun 2005 hingga sekarang mencapai 670 orang dan belum diangkat menjadi PNS. Lanjut dia, terkait dengan honor bakti murni khususnya para tenaga guru di Aceh Utara, mencapai 2.164 orang yang belum jelas statusnya. (arm)
Pemangkasan anggaran tersebut, dilakukan pasca bobolnya kas Pemkab Aceh Utara, senilai Rp 220 miliar di Bank Mandiri Jakarta, beberapa bulan lalu. Bahkan, setiap dinas di Aceh Utara juga dilakukan pemangkasan anggaran yang sudah termasuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
“Awalnya, kita mengusulkan dana untuk seleksi penerimaan calon PNS mencapai Rp 889.813.410 dengan target 5.000 pelamar. Tapi dana itu terjadi pemangkasan Rp 521.250.000, sehingga sisa dana hanya Rp 368.563.410,”ucap Syahmar,SH, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan pada BKD Aceh Utara, kepada Rakyat Aceh, Jum’at (2/10).
Padahal, kata dia, dana tersebut akan digunakan mencetak soal, lembaran jawaban komputer (ljk) diprovinsi, honor petugas pengamanan, pengawas, ATK dan kebutuhan lainnya. Namun, pihaknya tidak dapat berbuat banyak dengan terjadi pemangkasan angggaran dimaksud.
Sebut Kabid Perencanaan dan Pengembangan ini, seharusnya jika dana itu tidak dipangkas paling tidak dapat menampung tenaga kerja yang bakal jadi CPNS formasi tahun 2009. “Jadi kita di Aceh Utara pada 2008 lalu, mendapatkan formasi CPNS hanya 318 orang, sedangkan yang mendaftar mencapai 7 ribu pelamar,”imbuhnya.
Selain itu, ungkap dia, kini pihaknya sedang memproses 408 tenaga honor daerah (honda) formasi 2009 yang SK-nya dibawah tahun 2004. Bahkan, nama-nama mereka juga telah diusulkan ke BKN Medan untuk pengangkatan PNS. Sementara tenaga honor daerah, yang SK diatas tahun 2005 hingga sekarang mencapai 670 orang dan belum diangkat menjadi PNS. Lanjut dia, terkait dengan honor bakti murni khususnya para tenaga guru di Aceh Utara, mencapai 2.164 orang yang belum jelas statusnya. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar