“Sedang Diperbaiki di Pangkalan Susu”ACEH UTARA- Kapal Marisa milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, yang direncanakan akan berlabuh di Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, hingga saat ini masih dilakukan perbaikan mesin di Pangkalan Susu, Sumatera Utara.
Pasalnya, kapal dimaskud mengalami kebocoran pada bagian mesin atas sehingga harus dilakukan pergantian, seperti ring, piston dan kebutuhan lainnya. Sementara untuk bahan baku tersebut didatangkan dari Jepang. Bahkan, sebelumnya, kebutuhan bahan itu sudah pernah dipesan tapi saat dipesang tidak sesuai sehingga terpaksa dipesan kembali.
Tidak hanya itu, proses perbaikan Kapal Marisa sudah berlangsung hampir enam bulan lalu, namun belum juga selesai dilakukan sampai memasuki bulan Oktober 2009. Akibatnya, sejauh ini tidak ada suatu kepastian kapan Kapal Marisa akan berlabuh di Pelabuhan Umum Krueng Geukeuh, Aceh Utara.
Direktur Utama PD Bina Usaha, Aceh Utara, Sulaiman, SE, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin, mengatakan, pihaknya memperikaran dalam dua dan tiga hari terakhir akan selesai dilakukan perbaikan kapal dimaksud. “Karena sudah dua kali dilakukan tes, Kapal Marisa bermasalah pada bagian mesin. Meskipun, sebelumnya, PT. Pertamina memprediksikan pada 10 Oktober kapal sudah bisa berlabuh di Pelabuhan Umum Krueng Geukueh,”ucap Sulaiman, SE.
Sebut dia, untuk pelayaran kapal tersebut ditangani oleh PT. Bina Usaha I Aceh Utara, sejak dibeli pada tahun 2001 lalu melalui Bagian Ekonomi Pemkab Aceh Utara. Kapal Marisa itu sendiri, merupakan kapal kargo (barang) untuk bermuatan umum, dengan tahun buatan 1988. Kapal ini juga memiliki panjang 55,4 meter, lebar 11 meter, dengan lebar tempat muatan 22 x 11 x 6 meter atau bermuatan 25 ribu sak semen.
“Jadi selama berlayar kapal tersebut sejak tahun 2001 lalu, telah menempuh rute Lhokseumawe-Penang (Malaysia) sebanyak empat kali dan satu kali rute Penang-Bangkok. Sedangkan di tahun 2004 lalu, kapal ini berlayar dari Pelabuhan Teluk Bayur, Padang dengan tujuan ke Meulaboh, Aceh Barat dan Tapaktuan,”ungkap Dirut PD Bina Usaha. Masih dikatakan Sulaiman, pada 2007 dan 2008 lalu Kapal Marisa sudah dicarter atau kontrak untuk pelayaran rute Padang-Aceh Barat. Dengan tujuan, agar dapat menghasilkan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp120 juta perbulan.
“Tapi kini, kapal itu akan digunakan di Kabupaten Aceh Utara, dan tinggal menunggu proses perbaikan di Pangkalan Susu, Sumatera Utara,”pintanya, seraya menambahkan, selama ini hasil komoditi Aceh dikirim melalui Pelabuhan Belawan, Sumut. Masing-masing, 80 persen biji pinang produk asli Aceh, cacao 60 persen, kopi, kedelai dan sayur-sayuran.
Menurutnya, untuk pengoperasian Kapal Marisa tetap akan dilakukan, waluapun tidak bisa muantan konteiner, namun dapat diupayakan jasa angkutan lain terhadap barang-barang yang tidak menggunakan konteiner. Karena sangat tidak mungkin, menggunakan konteiner hanya muat 9 unit konteiner, sehingga direncanakan akan menggunakan Kapal dari Thailand yang bermuatan 140 konteiner. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar