“Pelindo Siap Sambut Kedatangan Kapal Marisa”KRUENG GEUKUEH- Kapal Marisa milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, yang direncanakan akan berlabuh di Pelabuhan Umum Krueng Geukeuh, Dewantara, hingga kemarin belum tiba. Meskipun, sebelumnya berkembang informasi Kapal Marisa akan tiba di pelabuhan setempat, pada 10 Oktober lalu.
Sementara PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Lhokseumawe, sudah siap untuk menyambut kedatangan Kapal Marisa tersebut dalam waktu 24 jam. Pasalnya, pihak Pelabuhan Indonesia (Pelindo) sendiri bertugas untuk memberikan pelayanan jasa pelayaran secara optimal.
“Memang berdasarkan kesepakatan rapat pada 1 Oktober lalu di Bank Indonesia (BI), dengan para investor Aceh dan investor luar Aceh, launcing Kapal Marisa ke Pelabuhan Umum Krueng Geukeuh pada 10 Oktober lalu, untuk jalur ekspor-impor dari Lhokseumawe ke Penang Malasyia,”ucap General Manajer (GM) PT. Pelindo Cabang Lhokseumawe, Samsul Bahri Kautjil, yang didampingi, Menejer Usaha, Edi Agustri, Menejer Teknik, M Zulfan dan Menejer Umum, Ronny, kepada Rakyat Aceh, Rabu (14/10).
Dikatakannya, terhadap kargo yang akan diekspor keluar Aceh seperti kopi, coklat (kakao), pinang, kelapa, kedelai, sayur-sayuran dan lainnya. Namun, dengan belum tibanya Kapal Marisa tersebut mungkin karena alasan tertentu yang perlu ditelusuri segera.
Tidak hanya itu, sambung Samsul Bahri Kautjil, para pihak juga merencanakan setiba hasil komoditi Aceh di pelabuhan Penang, Malasyia akan langsung dikonek ke pelabuhan Eropa dan Timur Tengah. Apalagi, para pelaku ekspor sudah berpengalaman yang selama ini selalu melakukan kegiatan ekspor-impor di Belawan, Sumatera Utara.
“Informasi awal yang kami terima, mereka (investor,red) akan mengalihkan kegiatannya di Pelabuhan Umum Krueng Geukeuh, jika sudah berfungsi sebagai jalur ekspor-impor hasil komiditi Aceh,”ujarnya. Sebut dia, jika akan berjalan jalur ekspor-impor terhadap hasil komoditi tersebut, maka perekonomian masyarakat Aceh pada umumnya dan khususnya Aceh Utara dan Lhokseumawe akan bergerak serta bangkit dengan sendirinya.
Lanjut Samsul, semula para investor akan menggunakan Kapal Marisa milik Pemkab Aceh Utara, untuk mengangkut hasil ekspor-impor tersebut. Namun, daya muatan kapal tersebut tidak sesuai untuk mengangkut koneter peti kemas dalam jumlah besar sehingga akan dibantu dengan Kapal yang berasal dari Thailand guna dioperasikan.
“Kapal dimaksud akan mampu memuat 140 kontener hasil komoditi, sedangkan Kapal Marisa mungkin hanya mengangkut komoditi yang tidak dalam kontener,”imbuhnya, seraya menambahkan, untuk setiap kontener juga harus diisi penuh dengan barang-barang komoditi, sehingga hasil pertanian Aceh harus dapat disiapkan untuk di ekspor.
Selain itu, ungkap, selama ini Kapal Marisa sering beroperasi jalur pelayaran dari Belawan ke Meulaboh untuk mengangkut semen Padang. Dan sekitar tahun 2005 dan 2006 lalu Kapal Marisa pernah berlabuh di Pelabuhan Umum Krueng Geukeuh. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar