JAKARTA - Setelah menuntaskan misi sebagai Polisi penjaga ketertiban ketertiban di Sudan, Pasukan Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) Indonesia I akhirnya kembali ke tanah air. Pasukan FPU Polri yang tergabung dengan pasukan PBB itu bertugas di negara di Afrika yang sarat konflik tersebut selama 365 hari.
Setibanya di tanah air, pasukan melaksanakan apel penyambutan dengan inspektur upacara Wakil Kepala Polri, Komjen Makbul Padmanegara, Kamis (22/10), di Lapangan Bhayangkari di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. "Atas nama pimpinan Polri, saya ucapkan selamat. Pasukan ini merupakan polisi bersenjata pertama yang dikirim dalam misi perdamaian internasional. Ini misi sukses, banyak pernghargaan dari sejumlah pihak," kata Wakapolri dalam sambutannya.
Pasukan yang terbentuk berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor. 4 tahun 2008 tentang Satuan Tugas Unit Polisi Berseragam (Formed Police Units) Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian di Darfur – Sudan dan ditetapkan di Jakarta pada tanggal 25 Pebruari 2008, berakhir pada tanggal 12 Oktober 2009 (365 hari). Pasukan tersebut dipimpin oleh Kombes Johny Asadoma dan Kompol Reinhard Hutagaol, SIk (Wakasatgas).
Pasukan ini bergabung dengan pasukan dari negara lain dan bertugas efektif pada tanggal 12 Oktober 2008 pada UNAMID. Pasukan tersebut masuk dalam operasi gabungan antara PBB dan Uni Afrika/AMIS (African Union Mission In The Sudan) di Darfur, Sudan dengan nama United Nations Africa Mission In Darfur/UNAMID yang dimulai tanggal 1 Januari 2008 dengan melibatkan 19.555 personel militer dari Uni Afrika, 3.772 personel Polisi dan 19 FPU.
Selain 130 personel polisi bersenjata itu, ada juga delapan personel Police Advisor. Mereka merupakan bagian dari misi perdamaian di daerah konflik itu.Setelah ini, Mabes Polri kembali membentuk 1 FPU Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) II Indonesia yang akan dipimpin AKBP Nazluddin Zulkifli sebagai Kasatgas dan didampingi KOMPOL Rantau sebagai Wakasatgas.(Lev/JPNN)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar