06 Oktober, 2009

Pelanggan PLN Eks Konflik Enggak Lunasi Tagihan

LHOKSEUMAWE- Sekitar 1.000 pelanggan PLN didaerah bekas konflik Aceh, di Kecamatan Kuta Makmur dan Simpang Kramat, Aceh Utara, enggan melunasi tagihan rekening listrik mencapai 48 bulan. Dimana, saat berkecamuknya konflik Aceh, para pelanggan PLN tersebut eksodus dan kini sudah kembali lagi ketempat asalnya.

“Kami dari PLN sudah diberikan waktu kepada mereka untuk membayar tagihan rekening listrik. Tentunya, mereka juga dapat disiplin mencicil tagihannya, karena informasi yang kami terima mereka tidak beritikat baik untuk membayar tagihan listrik,”jelas Ali Basyah, Kepala PLN Rayon Lhokseumawe, kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Sebut dia, pihaknya sudah sudah dua tahun menunggu agar pelanggan itu mau membayarnya, walaupun dengan sistem cicilan. Namun, itu pun tidak dilakukan sehingga PLN Rayon Lhokseumawe, tidak akan diberikan kesempatan lagi dan tetap dilakukan pemutusan meteran/pembongkaran.

“Khususnya didaerah warga yang eksodus tersebut ketika konflik Aceh, kita mempunyai 10 ribu pelanggan. Tapi tinggal 1.000 pelanggan lagi yang belum menyelesaikan samasekali atau membayar tagihan rekening,”ucap Ali Basyah. Lanjut dia, pelangggan lain sudah membayarnya walaupun dengan sistem cicilan dan yang terpenting mau membayar rekening listriknya. (arm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar