10 Oktober, 2009

Telan Dana Rp 3 Miliar, Jalan Kenari Terbengkalai

“Kadis PU Bantah Terbengkalai”

LHOKSEUMAWE- Pembangunan Jalan Kenari, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumwe, terkesan diterlantarkan oleh kontraktor pelaksana proyek. Pasalnya, sepanjang tiga kilometer jalan yang dilakukan pengaspalan dari Simpang Kuta Blang hingga ke Ujung Blang, kecamatan setempat, belum selesai 100 persen.

Betapa tidak, masih dijumpai puluhan meter badan jalan yang belum teraspal dibeberapa lokasi terpisah. Akibatnya, kalangan masyarakat pengguna jalan beranggapan proyek pembangunan tersebut asal jadi dan sudah terbengkalai sejak bulan lalu.

“Jelasnya kami tidak tahu apa yang menjadi persoalan sehingga pengaspalan Jalan Kenari terhenti. Dan hingga kini belum ada tanda-tanda untuk dilanjutkan pembangunan badan jalan hingga tuntas,”ucap Marwan (40) salah seorang warga Banda Sakti, kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Dikatakannya, Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumwe harus dapat bertindak dan meminta pertanggungjawaban daripada Dinas Pekerjaan Umum yang menangani pembangunan jalan dimaksud. “Kalau melakukan pembangunan jalan jangan setengah-setengah dan dibiarkan terbengkalai. Jadi kita minta kepada Dinas PU dan kontraktor tidak hanya mengambil keuntungan dibalik proyek tersebut,”pungkasnya.

Bantah Terbengkalai
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Lhokseumawe, Ir. Kamaruzzaman, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, melalui telepon selulernya, siang kemarin, membantah jika pembangunan jalan kenari sudah terbengkalai dan sengaja diterlantarkan.

“Plapon anggaran pembangunan jalan tersebut berkisar Rp 3 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) tahun 2009. Sementara panjang jalan kenari yang dibangun dari Simpang Kuta Blang, hingga ke Ujung Blang, Kecamatan Banda Sakti, mencapai tiga kilometer,”ucap Kadis PU.

Sebut dia, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya dari kontraktor pelaksana proyek jalan itu tidak terbengkalai dan belum habis masa kontrak kerja. Bahkan, tingga tiga bulan lagi untuk menyelesaikan pembangunannya. “Hanya saja pihak pelaksana proyek mengaku, stok aspal sedang habis dipasaran, sehingga pabrik aspal kini berhenti karena sudah kehabisan aspal dan tinggal menunggu pesanan aspal dari Medan atau Jakarta,”imbuhnya. (arm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar