“Akibat Belum Serahkan Laporan Keuangan”
ACEH UTARA- Kantor Akuntan Publik (KAP) Mahlizar, Jailani dan Rekan, menyatakan gagal melakukan audit terhadap PT. North Aceh Air (NAA) dan PT. Lombartex Indonesia Apparel (LIA). Pasalnya, kedua anak perusahaan itu dari Perusahaan Daerah (PD) Bina Usaha milik Aceh Utara, belum menyerahkan laporan keuangan, per 31 Desember 2008 sampai dengan 30 Juni 2009.
Padahal, Kantor Akuntan Publik Mahlizar, Jailani dan Rekan, ditunjuk untuk melakukan special audit (audit spesial) terhadap perusahaan tersebut. Namun, dengan terpaksa KAP tidak melanjutkan auditnya bagi kedua perusahaan dimaksud. Bahkan, sebelumnya Manajemen PD. Bina Usaha, sudah berulang kali melayangkan surat kepada PT. NAA dan PT. LIA, agar dapat menyerahkan laporan keuangannya untuk diaudit.
“Tapi perusahaan itu sama sekali tidak mau mengindahkannya, sehingga kami dari tim auditor yang independen harus meninggalkanya. Karena sesuai target kami pada tanggal 15 November mendatang, hasil audit PD Bina Usaha dan anak perusahaanya dapat dirampungkan, ungkap Mahlizar Arbas, Pemimpin Rekan KAP, kepada Rakyat Aceh, Ahad (8/11).
Sebut dia, PT. NAA dan PT. LIA yang tidak bersedia menyerahkan laporan keuangannya sesuai permintaan, maka akan berdampak terhadap PD Bina Usaha sendiri sebagai induk perusahaan milik Pemkab Aceh Utara. “Sebenarnya, tujuan kita disuruh audit bagi PD Bina Usaha dan empat anak perusahaanya, untuk dijadikan acuan dalam mengatasi permasalahan terjadi dalam pengelolaan perusahaan dimaksud,”pinta Marbas sapaan akrabnya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya hanya melakukan audit terhadap dua anak perusahaan lainnya, yakni PT. Lido Graha Hotel (LGH) dan PT. Bina Usaha Satu (BUS). Untuk proses audit, sudah memasuki tahap penyempurnaan yang mengacu standar akuntansi keuangan per 1 Juli 2009 dan standar profesional akuntan publik.
“Jadi audit itu juga dimaksudkan, untuk melihat kewajaran penyajian laporan keuangan dan posisi laporan keuangan atas investasi dan penyertaan saham PD Bina Usaha pada empat anak perusahaan,”imbuhnya, seraya menambahkan, hasil temuan audit nantinya dapat memberikan rekomendasi kepada manajemen PD. Bina Usaha, untuk melakukan perbaikan.
Sementara informasi yang diterima wartawan koran ini, untuk investasi dan penyertaan saham PD Bina Usaha, dengan jumlah aset untuk tahun berakhir mencapai Rp30,283 Miliyar. Dengan rincian, untuk investasi dan penyertaan saham sebesar Rp10,109 Miliyar (termasuk penyertaan saham Rp980 juta / 980 saham) pada PT. Lido Graha Hotel, posisi keuangan untuk investasi sebesar Rp2,6 Miliyar.
Kemudian, penyertaan saham Rp990 juta / 990 saham pada PT. Lombartex Indonesia Apparel, penyertaan saham Rp975 juta / 975 saham (baru disetor sejumlah Rp775,5 juta pada PT. North Aceh Air. Selanjutnya, untuk penyertaan saham sebesar Rp124 juta / 124 saham pada PT. Bina Usaha Satu. (arm)
ACEH UTARA- Kantor Akuntan Publik (KAP) Mahlizar, Jailani dan Rekan, menyatakan gagal melakukan audit terhadap PT. North Aceh Air (NAA) dan PT. Lombartex Indonesia Apparel (LIA). Pasalnya, kedua anak perusahaan itu dari Perusahaan Daerah (PD) Bina Usaha milik Aceh Utara, belum menyerahkan laporan keuangan, per 31 Desember 2008 sampai dengan 30 Juni 2009.
Padahal, Kantor Akuntan Publik Mahlizar, Jailani dan Rekan, ditunjuk untuk melakukan special audit (audit spesial) terhadap perusahaan tersebut. Namun, dengan terpaksa KAP tidak melanjutkan auditnya bagi kedua perusahaan dimaksud. Bahkan, sebelumnya Manajemen PD. Bina Usaha, sudah berulang kali melayangkan surat kepada PT. NAA dan PT. LIA, agar dapat menyerahkan laporan keuangannya untuk diaudit.
“Tapi perusahaan itu sama sekali tidak mau mengindahkannya, sehingga kami dari tim auditor yang independen harus meninggalkanya. Karena sesuai target kami pada tanggal 15 November mendatang, hasil audit PD Bina Usaha dan anak perusahaanya dapat dirampungkan, ungkap Mahlizar Arbas, Pemimpin Rekan KAP, kepada Rakyat Aceh, Ahad (8/11).
Sebut dia, PT. NAA dan PT. LIA yang tidak bersedia menyerahkan laporan keuangannya sesuai permintaan, maka akan berdampak terhadap PD Bina Usaha sendiri sebagai induk perusahaan milik Pemkab Aceh Utara. “Sebenarnya, tujuan kita disuruh audit bagi PD Bina Usaha dan empat anak perusahaanya, untuk dijadikan acuan dalam mengatasi permasalahan terjadi dalam pengelolaan perusahaan dimaksud,”pinta Marbas sapaan akrabnya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya hanya melakukan audit terhadap dua anak perusahaan lainnya, yakni PT. Lido Graha Hotel (LGH) dan PT. Bina Usaha Satu (BUS). Untuk proses audit, sudah memasuki tahap penyempurnaan yang mengacu standar akuntansi keuangan per 1 Juli 2009 dan standar profesional akuntan publik.
“Jadi audit itu juga dimaksudkan, untuk melihat kewajaran penyajian laporan keuangan dan posisi laporan keuangan atas investasi dan penyertaan saham PD Bina Usaha pada empat anak perusahaan,”imbuhnya, seraya menambahkan, hasil temuan audit nantinya dapat memberikan rekomendasi kepada manajemen PD. Bina Usaha, untuk melakukan perbaikan.
Sementara informasi yang diterima wartawan koran ini, untuk investasi dan penyertaan saham PD Bina Usaha, dengan jumlah aset untuk tahun berakhir mencapai Rp30,283 Miliyar. Dengan rincian, untuk investasi dan penyertaan saham sebesar Rp10,109 Miliyar (termasuk penyertaan saham Rp980 juta / 980 saham) pada PT. Lido Graha Hotel, posisi keuangan untuk investasi sebesar Rp2,6 Miliyar.
Kemudian, penyertaan saham Rp990 juta / 990 saham pada PT. Lombartex Indonesia Apparel, penyertaan saham Rp975 juta / 975 saham (baru disetor sejumlah Rp775,5 juta pada PT. North Aceh Air. Selanjutnya, untuk penyertaan saham sebesar Rp124 juta / 124 saham pada PT. Bina Usaha Satu. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar