LHOKSEUMAWE- Kapal Motor (KM) Putri Meutuah Lhokseumawe bersama 32 anak buah kapal (ABK) Pukat Langga, tenggelam di perairan Selat Malaka, Aceh, Kamis (5/11) sekira pukul 08.00 WIB. Dalam musibah tersebut, tidak ada korban jiwa karena semua ABK berhasil menyelamatkan diri.
Namun, hingga kemarin, KM Putri Meutuah Lhokseumawe yang tenggelam itu belum berhasil ditemukan. Sementara enam dari 32 ABK yang selamat yakni, Idris sebagai Tekong, Kujang, Zulkarnaen, Baharuddin, Atom dan M. Ali. Umumnya, para ABK tersebut berasal dari Aceh Timur, Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
“Jadi kapal itu bersama ABK berlayar ke laut lepas sekitar seminggu lalu. Tapi kemarin, kita memperoleh informasi kapal yang membawa 32 ABK sudah tenggelam. Alhamudillah, dengan izin Allah SWT semua ABK berhasil menyelamatkan diri setelah dibantu oleh para nelayan lainnya,”ucap Pemilik KM Putri Meutuah Lhokseumawe, Abdul Manaf Sulaiman (45) kepada wartawan, Jum’at sore.
Dia mengatakan, berdasarkan informasi dari ABK, kapal miliknya tenggelam setelah diterpa angin kencang ditengah laut lepas, sehingga kapal pun tenggelam akibat tidak mampu dikendalikan. Tidak hanya itu, angin kencang yang disertai ombak besar dan membuat kapal langsung tenggelam sekitar 20 mil dari laut Kota Lhokseumawe.
“Kami sudah berusaha mencari KM Putri Meutuah bersama ABK. Namun tidak membuahkan hasil dan perkiraan kami kapal tidak tenggelam sampai ke dasar laut, sehingga kami akan terus mencarinya,”jelas Abdul Manaf.
Lanjut dia, terkait tenggelamnya KM Putri Meutuah, pihaknya juga telah dilaporkan ke Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Lhokseumawe dan kepada Panglima Laot Pusong Lhokseumawe. Laporan itu disampaikan, dengan tujuan pihak terkait lainnya dapat berusaha melakukan pencarian kapal dimaksud. Bahkan, akibat tenggelamnya KM Putri Meutuah kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar.
Selain itu, jelas Abdul Manaf, kapal miliknya berada di laut lepas selama 10 hari dan paling rendah dalam waktu satu minggu. Tapi itu semua sangat tergantung dengan kondisi cuaca dilaut. (arm)
Namun, hingga kemarin, KM Putri Meutuah Lhokseumawe yang tenggelam itu belum berhasil ditemukan. Sementara enam dari 32 ABK yang selamat yakni, Idris sebagai Tekong, Kujang, Zulkarnaen, Baharuddin, Atom dan M. Ali. Umumnya, para ABK tersebut berasal dari Aceh Timur, Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
“Jadi kapal itu bersama ABK berlayar ke laut lepas sekitar seminggu lalu. Tapi kemarin, kita memperoleh informasi kapal yang membawa 32 ABK sudah tenggelam. Alhamudillah, dengan izin Allah SWT semua ABK berhasil menyelamatkan diri setelah dibantu oleh para nelayan lainnya,”ucap Pemilik KM Putri Meutuah Lhokseumawe, Abdul Manaf Sulaiman (45) kepada wartawan, Jum’at sore.
Dia mengatakan, berdasarkan informasi dari ABK, kapal miliknya tenggelam setelah diterpa angin kencang ditengah laut lepas, sehingga kapal pun tenggelam akibat tidak mampu dikendalikan. Tidak hanya itu, angin kencang yang disertai ombak besar dan membuat kapal langsung tenggelam sekitar 20 mil dari laut Kota Lhokseumawe.
“Kami sudah berusaha mencari KM Putri Meutuah bersama ABK. Namun tidak membuahkan hasil dan perkiraan kami kapal tidak tenggelam sampai ke dasar laut, sehingga kami akan terus mencarinya,”jelas Abdul Manaf.
Lanjut dia, terkait tenggelamnya KM Putri Meutuah, pihaknya juga telah dilaporkan ke Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Lhokseumawe dan kepada Panglima Laot Pusong Lhokseumawe. Laporan itu disampaikan, dengan tujuan pihak terkait lainnya dapat berusaha melakukan pencarian kapal dimaksud. Bahkan, akibat tenggelamnya KM Putri Meutuah kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar.
Selain itu, jelas Abdul Manaf, kapal miliknya berada di laut lepas selama 10 hari dan paling rendah dalam waktu satu minggu. Tapi itu semua sangat tergantung dengan kondisi cuaca dilaut. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar