ACEH UTARA- Dinas Kesehatan Aceh Utara, meminta kepada seluruh masyarakat dari 27 kecamatan untuk dapat mengwaspadai penyakit akibat perubahan musim panas ke musim penghujan yang terjadi saat ini.
Khususnya, penyakit yang rentan bakal muncul dengan perubahan cuaca tersebut adalah DBD, Chikungunya dan inspeksi saluran pernapasan akut (Ispa). Sementara kasus DBD di Kabupaten Aceh Utara, paling rawan terjadi di Kecamatan Muara Batu, Dewantara, Lhoksukon, Tanah Jambo Aye dan Kecamatan Samudera.
“Jadi untuk masyarakat yang tinggal dibeberapa kecamatan itu, harus selalu mengwaspadai terhadap kemungkinan akan terjangkit penyakit DBD, dengan perubahan cuaca tidak menentu saat ini,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Drs. M. Hasan, M.Kes, melalui Kabid P2P-PL dinas setempat dr Annaziah Syam, kepada Rakyat Aceh, Jum’at (6/11).
Sebut dia, tidak hanya warga di beberapa kecamatan tersebut, juga bagi masyarakat yang berdomisili di kecamatan lainnya dapat melakukan upaya pencegahan penyakit DBD. Yakni, dengan membersihkan penumpakan air diselokan dan tempat penampungan air hujan sehingga tidak akan menimbulkan jentik-jentik nyamuk demam berdarah.
Selain itu, ungkap dr Annaziah Syam, penyakit inspeksi saluran pernapasan akut (Ispa) dan Chikungunya dengan perubahan cuaca juga dapat memperhatikan dengan serius. “Langkah antisipasi, masyarakat kita harus bisa menjaga kesehatannya masing-masing dan membersihkan lingkungan dari sampah yang berserakan,”imbuhnya.
Lanjut dia, untuk kasus DBD yang menimpa masyarakat Kabupaten Aceh Utara, dari bulan Januari sampai dengan Oktober 2009 tercatat 17 kasus. (arm)
Khususnya, penyakit yang rentan bakal muncul dengan perubahan cuaca tersebut adalah DBD, Chikungunya dan inspeksi saluran pernapasan akut (Ispa). Sementara kasus DBD di Kabupaten Aceh Utara, paling rawan terjadi di Kecamatan Muara Batu, Dewantara, Lhoksukon, Tanah Jambo Aye dan Kecamatan Samudera.
“Jadi untuk masyarakat yang tinggal dibeberapa kecamatan itu, harus selalu mengwaspadai terhadap kemungkinan akan terjangkit penyakit DBD, dengan perubahan cuaca tidak menentu saat ini,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Drs. M. Hasan, M.Kes, melalui Kabid P2P-PL dinas setempat dr Annaziah Syam, kepada Rakyat Aceh, Jum’at (6/11).
Sebut dia, tidak hanya warga di beberapa kecamatan tersebut, juga bagi masyarakat yang berdomisili di kecamatan lainnya dapat melakukan upaya pencegahan penyakit DBD. Yakni, dengan membersihkan penumpakan air diselokan dan tempat penampungan air hujan sehingga tidak akan menimbulkan jentik-jentik nyamuk demam berdarah.
Selain itu, ungkap dr Annaziah Syam, penyakit inspeksi saluran pernapasan akut (Ispa) dan Chikungunya dengan perubahan cuaca juga dapat memperhatikan dengan serius. “Langkah antisipasi, masyarakat kita harus bisa menjaga kesehatannya masing-masing dan membersihkan lingkungan dari sampah yang berserakan,”imbuhnya.
Lanjut dia, untuk kasus DBD yang menimpa masyarakat Kabupaten Aceh Utara, dari bulan Januari sampai dengan Oktober 2009 tercatat 17 kasus. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar