03 November, 2009

Puluhan Anak Korban Kebakaran Butuh Seragam Sekolah

LHOKSEUMAWE- Sekitar 50 anak korban kebakaran Kampong Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, sangat membutuhkan seragam sekolah. Pasalnya, baju seragam sekolah mereka sudah ludes diamukan dijago merah yang terjadi pada Rabu (28/10) malam sekira pukul 19.40 WIB.

Akibat tidak ada seragam sekolah, puluhan anak korban kebakaran tersebut terpaksa tidak bersekolah (absen,red), baik dari tingkat SD, SMP maupun SMA. Tentunya, mereka sangat mendambakan bantuan seragam sekolah dari Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe. Sedangkan, untuk membeli baju sekolah yang baru tidak mempunyai uang karena sedang dilanda musibah kebakaran.

Menurut sejumlah warga korban kebakaran, anak mereka sudah dua hari tidak pergi kesekolah pasca musibah kebakaran. “Kami hanya bisa berharap kepada Pemerintah Kota (Pemko) untuk memberikan bantuan seragam sekolah. Jika tidak ada respon, maka sangat disayangkan kondisi pendidikan anak-anak kami nantinya,”ucap tokoh masyarakat setempat, Syamsuddin Yunus, kepada Rakyat Aceh, Jum’at (30/10).

Dia mengatakan, kebanyakan diantara masyarakat yang mengalami musibah kebakaran, tidak dapat menyelamatkan harga bendanya. Namun, hanya ada baju dibadan saja yang tertinggal. Sementara semua isi rumah lainnya dan termasuk seragam sekolah anak-anak mereka hagus terbakar.

“Alhamdulillah, yang penting dalam musibah kebakaran itu tidak ada yang korban jiwa hingga meninggal dunia. Akan tetapi, cuma seorang warga yang terpaksa dilarikan kerumah sakit karena mengalami luka bakar pada bagian kakinya,”ungkap Syamsuddin Yunus, yang diaminkan beberapa warga lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kota Lhokseumawe, Ramli Ismail, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, melalui telepon selulernya, mengatakan, pihaknya siap membantu anak-anak korban kebakaran terhadap kebutuhan seragam sekolah dan buku-buku.

“Kita sudah intruksikan kepada masing-masing sekolah diKota Lhokseumawe, untuk membantu seragam sekolah dan buku-buku kepada siswa-siswi yang mengalami musibah kebakaran,”pinta Ramli Ismail. Menurut dia, bantuan seragam sekolah sudah mulai diberikan kepada anak korban kebakaran sejak Kamis dan Jum’at hari ini. Namun, itu semua bagi siswa yang sudah mulai aktif sekolah, baru diberikan bantuan seragam dan kebutuhan lainnya.

Ketika ditanya wartawan koran ini, pengakuan orang tua korban kebakaran, belum diberikan bantuan seragam sekolah, Ramli Ismail, menjelaskan, mungkin anak mereka belum datang kesekolah sehingga belum diberikan bantuan seragam dan alat tulis. “Yang jelas, bagi siswa korban kebakaran, dibenarkan ke sekolah dengan memakai pakaian seadanya tanpa seragam sekolah dan memakai sandal. Nanti kalau sudah disekolah akan diberikan bantuan seragam dan alat tuli lainnya.”imbuh Kadis Pendidikan Pemuda dan Olaharaga Kota Lhokseumawe. (arm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar