

“Polsek Harus Banyak Dilapangan”LHOKSEUMAWE- Sedikitnya, 44 perwira dan anggota polisi diwilayah hukum Mapolresta Lhokseumawe, Senin (14/12) mendapatkan piagam penghargaan karena berhasil mengungkap kasus kriminalitas dalam tahun 2009. Acara penyerahan piagam tersebut berlangsung dihalaman Mapolresta Lhokseumawe, yang dihadiri oleh Bupati Aceh Utara, Ilyas A.Hamid, Walikota Lhokseumawe, Munir Usman para anggota DPRK Lhokseumawe serta Aceh Utara.
Dimana Bupati Aceh Utara, Ilyas A.Hamid, juga ikut menyerahkan piagam penghargaan secara simbolis kepada kapolsek wilayah Aceh Utara dan Walikota Lhokseumawe, Munir Usman, menyerahkan piagam kepada Kapolsek Banda Sakti, AKP Adi Sofyan serta Kapolresta AKBP Zulkifli,SST,MK,SH menyerahkan piagam kepada Kanit V Sat Reskrim Ipda Poelong Aras Didanu.
Sementara dari jumlah 44 perwira dan anggota polisi yang memperoleh piagam penghargaan yakni, 8 orang perwira serta 36 anggota polisi baik bertugas di polres maupun di polsek-polsek. Sedangkan ke 8 perwira polisi itu, yakni Kasat Reskrim AKP Bambang S, Kapolsek Banda Sakti, AKP Adi Sofyan, Kapolsek Dewantara, Iptu Hermansyah dan Kapolsek Syamtalira Bayu, Ipda Fazli.
Kemudian, Kanit V Sat Reskrim Ipda Poelong Arsa Sidanu, Kapolsek Nisam, Aiptu Wahidin, Kapolsek Nisam Antara, Aiptu Ibnu Sa’dan dan Kanit Reskrim Polsek Nisam Antara Aipda Sofyan Hendri.
Kapolresta Lhokseumawe, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Zulkifli, SST.MK,SH, dalam sambutannya, mengatakan, bagi perwira dan anggota polisi yang mendapatkan piagam penghargaannya dalam mengungkap kasus kriminalitas agar dapat mempertahankan prestasi tersebut.
“Kita polisi harus menjadi polisi yang tegas dan bersemangat. Dalam mengambil tindakan hukum juga dapat memperhatikan rasa kemanusian, dan tidak boleh sombong dan arogan dilapangan,”tegas Kapolresta Lhokseumawe.
Sebut dia, kita juga harus bersatu untuk mengasah otak karena otak itu dapat diasah supaya cerdas, profesional dan bisa mengetahui aturan-aturan apa yang dilakukan dalam penegakan hukum. “Kemudian, otok juga harus berstamina, dimana kalau ada penjahat jika otoknya lemah maka penjahatnya akan kabur. Selanjutnya, hati nurani, supaya manusia dapat bertingkah laku sebagai manusia dan tidak bertingkah laku yang bukan manusia,”imbuhnya.
Selain itu, lanjut AKBP Zulkifli, bagi kepada kapolsek diwilayah hukum Polresta Lhokseumawe,diminta untuk selalu berada ditengah-tengah masyarakat dan tidak hanya dikantor, karena segala informasi diperoleh dari masyarakat. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar