ACEH UTARA- Bupati Aceh Utara, Ilyas A.Hamid, menegaskan, dirinya menolak untuk menerima dana kas yang bobol dari Bank Mandiri Jelambar Jakarta. Meskipun, sebelumnya sudah pernah disampaikan oleh pihak terkait untuk mengambil dana kas Aceh Utara yang bobol tersebut, namun bupati tetap menolaknya.“Saya tidak mau menerima dana kas yang telah dibobol itu. Dan saya juga mempunyai alasan sendiri kenapa menolak dana kas bobol dikembalikan ke Aceh Utara, nanti pasti kalian tau sendiri apa alasan saya menolak,”ucap Bupati Aceh Utara, Ilyas A. Hamid, saat dikonfirmasi wartawan, usai menghadiri acara penyerahan piagam penghargaan di Mapolresta Lhokseumawe, Senin (14/12).
Kata Ilyas A.Hamid, pihaknya hanya mengharapkan Bank Mandiri Jalembar Jakarta, dapat bertanggung jawab terkait bobolnya dana kas milik Pemkab Aceh Utara, senilai Rp 220 miliar. “Karena kita yakin yang bobol itu bukan bank Aceh Utara, melainkan bank Mandiri Jalembar,”imbuhnya.
Selain itu, sebut dia, pada tahun 2010 mendatang, anggaran Kabupaten Aceh Utara terjadi devisit yang sangat luar biasa akibat pengurangan hasil bagi migas. “Jadi sekarang kita banyak keluar daerah untuk mencari tambahan dana yang devisit itu seperti ke Jakarta,”ujar Ilyas Pase sapaan akrabnya.
Lanjut dia, pemerintah pusat akan memberikan bantuan sekitar Rp 50 miliar lebih untuk penanganan bencana alam di Aceh Utara dan bantuan pembangunan dua kantor di ibukota Aceh Utara, yakni kantor bupati dan gedung DPR Kabupaten Aceh Utara, mencapai Rp 300 miliar. “Semua bantuan itu sudah ditampung oleh pemerintah pusat. Insya pada 2010 nantinya, kantor bupati dan gedung DPRK sudah dapat kita bangun di Lhoksukon,”pintanya. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar