"Pemerintah Wajib Keluarkan Surat Edaran, Melanggar Ditindak Tegas"
ACEH UTARA- Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unimal Reuleut, Aceh Utara, Zulfikar Mulieng, menegaskan, pihaknya mengecam jika ada perayaan tahun baru masehi di Aceh pada umumnya dan khususnya di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
“Bagi kita orang muslim di Aceh hanya merayakan tahun baru islam 1 Muharram tahun 1431 Hijriah, yang sudah kita diperingati. Dan beberapa hari kedepan akan memasuki tahun baru Masehi, yang bukan tahun baru islam,”ungkap Ketua Umum BEM Unimal, Zulifikar Mulieng, kepada Rakyat Aceh, Jum’at (25/12). Kata dia, dalam menyambut tahun baru Masehi diharapkan kepada seluruh elemen masyarakat tidak ada perayaan dalam bentuk apapun, karena tahun baru Masehi bukanlah tahunnya masyarakat Aceh.
“Jangan sampai kita mengangkat budaya-budaya barat yang dapat menghilangkan nilai-nilai Khasanah Keislaman. Tentunya, dalam kehidupan masyarakat Aceh yang bermayoritas 99 persen penduduk muslim,”ujar aktivis mahasiswa ini. Sebut Zulfikar, ditambah lagi dengan keistimewaan Aceh yang diberikan oleh pemerintah dan tertuang dalam Undang-undang Pemerintahan Aceh (UUPA) tentang Syariat Islam.
“Jadi kita tegaskan di bumi serambi mekkah tidak ada perayaan tahun baru masehi. Kita juga dari kalangan mahasiswa mengutuk dan mengecam perayaan tahun baru masehi di bumi Serambi Mekkah,”ungkapnya. Selain itu, Zulfikar, juga berharap kepada pemerintah untuk mengeluarkan surat edaran agar tidak ada perayaan tahun baru masehi di Aceh dan yang bagi melanggar harus ditindak tegas. “Ini semua untuk mencerminkan dan memperlihatkan kepada seluruh masyarakat, bahwa Provinsi Aceh dikenal kental dengan budaya-budaya islaminya dan hukum Syari’ah benar-benar dilaksanakan dan bukan budaya barat,”pintanya.
Lanjut dia, sudah saatnya Pemerintah Aceh, Pemkab Aceh Utara, Pemko Lhokseumawe dan Dinas Syariat Islam serta MPU harus benar-benar serius dalam menyikapi perayaan tahun baru masehi di Provinsi Aceh. “Apalagi pengalaman tahun-tahun sebelumnya, saat pergantian tahun masehi banyak masyarakat yang merayakannya dengan meniup trompet dan melepaskan kembang api serta mercon keudara,”tutur Zulfikar. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar