14 Februari, 2010

Umat Islam Haram Rayakan Valentine

“Mursyid Yahya: Pengawasan Ortu dan Remaja Mesjid Dibutuhkan”
LHOKSEUMAWE- Umat islam di Kota Lhokseumawe, dilarang untuk tidak merayakan hari valentine’ Day yang jatuh pada 14 Pebruari hari ini. Khususnya kepada remaja putra-putri, karena itu merupakan budaya daripada orang barat dan tidak perlu diikuti.

“Jika sesuatu yang diikutsertakan dengan kegiatan orang non muslim, maka kita akan tergolong kepada orang itu juga. Walaupun, tidak melaksanakan ajaran agama mereka. Jadi bagi remaja harus mengindarinya untuk tidak terlibat dalam kegiatan tersebut,”tegas Kepala Dinas Syariat Islam (SI) Kota Lhokseumawe, Drs. H. Mursyid Yahya, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin.

Kata dia, peran serta orang tua sangat penting dalam hal itu untuk membina, menjaga dan mengawasi anak-anaknya, agar tidak merayakan hari valentine dalam bentuk apapun. Dimana, valentine tersebut bukan kegiatan umat islam yang harus dibesar-besarkan dengan kegiatan tertentu.

Menurut Mursyid Yahya, kebiasaan pada tanggal 14 Pebruari setiap tahunnya merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak remaja, baik di negeri ini maupun di berbagai belahan dunia. Pasalnya, hari tersebut banyak dipercayai oleh orang sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang.

“Jadi itulah yang disebutkan sebagai hari valentine, di mana orang-orang di barat sana menjadikannya sebagai fokus untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Sehingga umat islam khususnya remaja yang masih kurang pemahaman tentang islam, merayakannya,”imbuh Kadis SI ini.

Sebut dia, seiring dengan masuknya beragam gaya hidup barat ke dunia Islam, keperayaan hari valentine pun ikut mendapatkan sambutan hangat, terutama dari kalangan remaja ABG. Bertukar bingkisan valentine, semarak warna pink, ucapan rasa kasih sayang, ungkapan cinta dengan berbagai ekspresinya. Kemudian, menyemarakkan suasan valentine setiap tahunnya, bahkan di kalangan remaja muslim sekali pun, ikut tertular.

“Khususnya bagi remaja mesjid supaya kegiatan tersebut diantisipasi dengan acara-acara islami seperti mengadakan dakwah, diskusi islami di mesjid. Apalagi, peran remaja mesjid itu sangat besar pengaruhnya kepada remaja lainnya,”pinta Drs. H. Mursyid Yahya.

Hari Raya Agama Nasrani
Sementara itu, sejarah valentine’s ini berasal hari upacara ritual agama Romawi kuno. Dimana, Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.

The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: “Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari .

Keterangan seperti ini bukan keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya bersumber dari kalangan barat sendiri. Dan keterangan itu menjelaskan kepada kita, bahwa perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno. Sedangkan, di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis dari Romawi kuno. (arm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar