Masyarakat Acut Belum Nikmati Air Bersih
ACEH UTARA- Selama ini kebanyakan rakyat Aceh Utara, yang berdomisili di kawasan pesisir dan pedalaman belum dapat menikmati air bersih bersumber dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mon Pase. Akibatnya, warga tersebut terpaksa mengkonsumsi air yang tidak layak atau air payau dan air rawa-rawa.
Betapa tidak, mereka untuk membeli air bersih harus mengeluarkan biaya yang besar, belum lagi untuk kebutuhan sehari-hari rumah tangga. Ditambah lagi, saat ini kebutuhan pokok juga melonjak naik, sehingga membuat warga Acut kesulitan untuk membeli air bersih.
”Kami disini sudah lama mengkonsumsi air dari payau, karena belum mendapatkan air bersih dari PDAM Tirta Mon Pase. Kalau membeli air bersih yang dibawa melalui jeringen tidak sanggup,”ucap Ilyas (40) salah seorang warga Lapang, kepada wartawan koran ini, kemarin.
Kata dia, sudah saatnya Pemerintah Aceh Utara dan Pemerintah Aceh untuk memperhatikan kondisi kehidupan masyarakat miskin yang masih mengkonsumsi air payau.” Kita merasa heran saja, kan di Aceh Utara dikenal ada beberapa perusahaan pabrik vital, seperti Exon Mobil, PT. PIM, PT. Arun, AAF, KKA, yang sudah beroperasi selama puluhan tahun, tapi belum mampu memberikan kontribusi kepada rakyat, seperti untuk mendapatkan kebutuhan air bersih,”cetusnya.
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Mon Pase, Aceh Utara, Zulfikar Rasyid, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin, mengatakan, pihaknya akan terus berupaya sesuai kemampuan keuangan perusahaan dan daerah untuk memberikan suplay air bersih kepada masyarakat.
Sebut dia, kondisi tahun 2010 di Aceh Utara bagian Timur dan Barat baru dapat menikmati air bersih, hanya 22 ribu sambungan rumah (SR). Sementara jumlah penduduk di Aceh Utara mencapai 500 ribu jiwa lebih, tentunya hanya 22 persen rakyat Aceh yang baru mengkonsumsi air bersih dari PDAM Tirta Mon Pase.
“Saat ini kita terus berupaya untuk mencari dukungan dana dari Pemerintah Pusat melalui Departemen Cipta Karya dan Direktur Pengembangan Air Minum RI, dan kita berharap mereka dapat mengambulkannya,”ucap Zulfikar Rasyid. Tidak hanya itu, sambung dia, yang dibutuhkan bantuan saat ini berupa untuk pengembangan jaringan pipa dan WTP, supaya air bersih dapat dinikmati oleh masyarakat Aceh Utara.
Selain itu, dia menambahkan, tiga investor dari luar juga sudah berkomitmen untuk membantu masyarakat Aceh Utara, dalam pengembangan jaringan suplay air bersih. Namun, mereka terlebih dahulu akan turun kelapangan untuk melakukan survei, sehingga kita harapkan rencana ini berhasil dan dukungan dana dari Pemerintah Pusat. “Paling tidak pada tahun 2014 kita targetkan rakyat Aceh sudah dapat menikmati air bersih dari PDAM Tirta Mon Pase mencapai 80 persen,”imbuhnya. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar