23 September, 2010

Atap Pasar Terpadu Di Terjang Angin

“Pedagang Terancam Gulung Tikar”
LHOKSEUMAWE-Sebagian atap Pasar Terpadu di Jalan Pase, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, dalam beberapa bulan terakhir ini diterjang angin kencang. Akibatnya, para pedagang setempat terpaksa menutup usahanya karena tidak dapat berjualan dilokasi pasar tersebut.

Betapa tidak, ketika diguyur hujan lebat maka dilokasi atap bocor itu membuat air hujan jatuh ke bangunan tempat usaha pedagang. Begitu juga lantai bangunan menjadi becek akibat digenangi air hujan.

Menurut sejumlah pedagang, kondisi itu disebabkan karena rendahnya kualitas bangunan yang dikerjakan oleh pihak pelaksana proyek. Apalagi, bangunan pasar terpadu yang difungsikan pada awal tahun 2010 itu, juga setelah sebelumnya sempat terbengkalai beberapa tahun. Sementara jumlah pedagang yang ditempatkan dilokasi pasar tersebut mencapai 92 orang, baik pedagang buah-buahan, pedagang kaset maupun pedagang mainan anak-anak.

“Jadi selama kami dipindahkan ke pasar terpadu buah-buahan ini, merasa kesulitan untuk menjual buah-buahan disamping sepinya pembeli, juga bangunan pasar yang tidak layak huni,”cetus Nurhayati (43) salah seorang pedagang setempat, kepada Rakyat Aceh, Rabu (22/9).

Kata dia, atap yang diterpa angin kencang itu berada di tempat usahanya sehingga sangat tidak mungkin untuk melakukan transaksi jual beli kepada masyarakat. “Ya mau tidak mau kami terpaksa beralih profesi dari pedagang buah menjadi penjual gorengan dan bakso di lokasi reservoir pada setiap sore hari,”ucapnya.

Tidak hanya itu, lanjut Nurhayati yang sudah 35 tahun sebagai pedagang buah-buahan ini merasa kesulitan untuk mencari rezki pasca pemindahan lokasi jualan ke pasar terpadu. Sebut dia, hampir seluruh pedagang di pasar terpadu sudah menutup pintu kios karena tidak dapat berjualan, selain sepinya pembeli juga kualitas bangunan tak layak pakai. 

“Memang ada beberapa pedagang buah-buahan dan pedagang kaset yang memilih berjualan di pinggir jalan pasar terpadu. Kalau tidak begitu darimana memperoleh penghasilan untuk kebutuhan keluarganya,”imbuh Nurhayati bersama pedagang lainnya.

Sementara itu, Kepala Disperindakop Kota Lhokseumawe, Drs. Ridwan Alamsyah, MM, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin, juga membenarkan ada sebagian atap pasar terpadu yang di terpa angin kencang. “Untuk merehab bangunan atap yang diterpa angin kita usulkan anggarannya ke Pemko Lhokseumawe, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) tahun 2011 mendatang,”ujarnya.

Sebut Ridwan Alamsyah, untuk sementara waktu para pedagang itu dapat memanfaatkan lokasi yang ada di pasar buah. Bahkan, diperbolehkan untuk menjual buah-buahan dan kaset di pinggir jalan pasar terpadu,”terangnya. (arm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar