“Lima Bulan Tidak Gajian”
ACEH UTARA- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara, mendesak pihak Eksekutif atau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, untuk segera mencairkan gaji para tenaga honorer. Pasalnya, hampir lima bulan ini tenaga honorer tersebut belum pernah mendapatkan gaji hasil jerih payahnya dari pemerintah.
Padahal, Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Utara tahun 2009 sudah disahkan beberapa bulan lalu oleh DPRK setempat. Namun, entah kenapa gaji para honorer baik guru honda, bakti murni, tenaga kesehatan maupun gaji tuha phet dan lainnya, belum dibayar pihak eksekutif.
“Sejauh ini kami belum mengetahui secara pasti dimana terjadinya kendala akibat belum dicairkan gaji para tenaga honorer yang mencapai miliaran rupiah,”ucap salah seorang anggota DPRK Aceh Utara, Muhammad Sawang, kepada Aceh Geutanyoe, Kamis (28/5).
Kata dia, nasib para guru bakti murni di Aceh Utara yang mengajar di sekolah-sekolah terpencil sangat disayangkan karena gajinya belum dibayar oleh pemerintah, sehingga membuat mereka terpaksa ngutang kepada orang lain.
Padahal disatu sisi pemerintah dan masyarakat menuntut kualitas pendidikan di Aceh Utara, harus dapat ditingkatkan. Namun, disisi lain bagaimana mau meningkatkan kualitas pendidikan, jika kesejahteraan dan gaji para guru honor tersendat dalam pembayarannya.
Selain itu, sebut Muhammad, seperti Pemkab Aceh Utara terkesan mengabaikan nasib kehidupan para tenaga pendidik anak-anak bangsa demi kemajuan pendidikan di daerah dan pembangunan Aceh Utara kearah yang lebih baik kedepan. “Jangan biarkan nasib tenaga pendidik terus tertindas akibat gaji yang merupakan jerih payah mereka belum dibayar tepat pada waktunya. Apalagi sudah lima bulan gaji mereka tidak jelas pembayarannya,”imbuh Muhammad Sawang. (arm)
ACEH UTARA- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara, mendesak pihak Eksekutif atau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, untuk segera mencairkan gaji para tenaga honorer. Pasalnya, hampir lima bulan ini tenaga honorer tersebut belum pernah mendapatkan gaji hasil jerih payahnya dari pemerintah.
Padahal, Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Utara tahun 2009 sudah disahkan beberapa bulan lalu oleh DPRK setempat. Namun, entah kenapa gaji para honorer baik guru honda, bakti murni, tenaga kesehatan maupun gaji tuha phet dan lainnya, belum dibayar pihak eksekutif.
“Sejauh ini kami belum mengetahui secara pasti dimana terjadinya kendala akibat belum dicairkan gaji para tenaga honorer yang mencapai miliaran rupiah,”ucap salah seorang anggota DPRK Aceh Utara, Muhammad Sawang, kepada Aceh Geutanyoe, Kamis (28/5).
Kata dia, nasib para guru bakti murni di Aceh Utara yang mengajar di sekolah-sekolah terpencil sangat disayangkan karena gajinya belum dibayar oleh pemerintah, sehingga membuat mereka terpaksa ngutang kepada orang lain.
Padahal disatu sisi pemerintah dan masyarakat menuntut kualitas pendidikan di Aceh Utara, harus dapat ditingkatkan. Namun, disisi lain bagaimana mau meningkatkan kualitas pendidikan, jika kesejahteraan dan gaji para guru honor tersendat dalam pembayarannya.
Selain itu, sebut Muhammad, seperti Pemkab Aceh Utara terkesan mengabaikan nasib kehidupan para tenaga pendidik anak-anak bangsa demi kemajuan pendidikan di daerah dan pembangunan Aceh Utara kearah yang lebih baik kedepan. “Jangan biarkan nasib tenaga pendidik terus tertindas akibat gaji yang merupakan jerih payah mereka belum dibayar tepat pada waktunya. Apalagi sudah lima bulan gaji mereka tidak jelas pembayarannya,”imbuh Muhammad Sawang. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar