KRUENG GEUKUEH- Selama beberapa tahun terakhir ini program keluarga berencana (KB) di Kabupaten Aceh Utara, hanya jalan ditempat dan vakum. Hal itu disebabkan mungkin seolah-olah program KB tersebut tidak diperlukan atau dibutuhkan oleh masyarakat luas.
Demikian disampaikan Sekdakab Aceh Utara, Ir. Syahbuddin Usman, M.Si, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, Rabu (3/6), usai acara pembukaan bhakti sosial peningkatan program KB Nasional tahun 2009 Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
Acara tersebut dibuka secara langsung oleh Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Inf Yusep Sudrajat, dilapangan Ibukota Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, yang turut hadiri oleh para unsur muspida, muspika dan undangan lainnya.
Syahbuddin mengatakan, berdasarkan informasi yang kita terima dan kita ketahui program KB agak jalan di tempat, yang disebabkan mungkin seolah-olah program KB ini tidak diperlukan oleh masyarakat. Namun, pada hari ini (kemarin,red) coba dilihat betapa antusias masyarakat yang cukup besar, untuk ikut menghadiri acara pembukaan program KB tersebut.
“ Ibu-ibu rumah tangga yang diundang oleh camat hanya 30 orang. Sedangkan yang datang melebihi 50 orang, sehingga disitu dapat kita lihat nampak bahwa program KB masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk pelayanan keluarga mereka,”ucap Sekdakab. Sebut dia, kedepan diharapkan melalui program ini masyarakat bisa mengatur keluarganya untuk menuju kepada keluarga yang bahagia dan sejahtera. Bahkan, ini merupakan salah satu target dari program KB tersebut.
Petugas KB Beralih Profesi
Selain itu, ungkap Sekdakab Aceh Utara, selama ini seperti kita ketahui banyak petugas KB yang sudah beralih profesi, ada yang sudah menjadi kepala dinas, camat, sekcam dan lain sebagainnya. Dengan demikian, kini pihaknya akan mengaktifkan kembali petugas-petugas penyuluh program KB, sehingga KB ini bisa berjalan sesuai harapan bersama.
“Mungkin, sarana transportasi mereka untuk kelapangan sudah berkurang, misalnya, kalau ada sepeda motor pasti sudah tua dan rusak atau sudah beralih fungsi. Jadi untuk mendukung program KB tahun ini, kita juga telah menyiapkan satu unit mobil guna dilakukan penyuluhan tentang KB,”pinta Ir. Syahbuddin.
Lanjut dia, kalau dulu program KB tersebut banyak ditentang oleh ulama, namun setelah dilihat manfaatnya dan cara pelaksanaannya, karena KB itu tidak membunuh manusia atau membunuh janin dan bibit manusia. Tapi KB ini hanya untuk menghalangi pertumbuhan masa subur saja, itu yang dilakukan sekarang.
“Ya pikir setelah ulama mengkaji-kaji, program KB tidak membunuh manusia berarti tidak haram, hanya menghambat daripada masa subur. Jadi itulah yang dilakukan dengan program KB,”ujarnya. (arm)
Demikian disampaikan Sekdakab Aceh Utara, Ir. Syahbuddin Usman, M.Si, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, Rabu (3/6), usai acara pembukaan bhakti sosial peningkatan program KB Nasional tahun 2009 Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
Acara tersebut dibuka secara langsung oleh Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Inf Yusep Sudrajat, dilapangan Ibukota Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, yang turut hadiri oleh para unsur muspida, muspika dan undangan lainnya.
Syahbuddin mengatakan, berdasarkan informasi yang kita terima dan kita ketahui program KB agak jalan di tempat, yang disebabkan mungkin seolah-olah program KB ini tidak diperlukan oleh masyarakat. Namun, pada hari ini (kemarin,red) coba dilihat betapa antusias masyarakat yang cukup besar, untuk ikut menghadiri acara pembukaan program KB tersebut.
“ Ibu-ibu rumah tangga yang diundang oleh camat hanya 30 orang. Sedangkan yang datang melebihi 50 orang, sehingga disitu dapat kita lihat nampak bahwa program KB masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk pelayanan keluarga mereka,”ucap Sekdakab. Sebut dia, kedepan diharapkan melalui program ini masyarakat bisa mengatur keluarganya untuk menuju kepada keluarga yang bahagia dan sejahtera. Bahkan, ini merupakan salah satu target dari program KB tersebut.
Petugas KB Beralih Profesi
Selain itu, ungkap Sekdakab Aceh Utara, selama ini seperti kita ketahui banyak petugas KB yang sudah beralih profesi, ada yang sudah menjadi kepala dinas, camat, sekcam dan lain sebagainnya. Dengan demikian, kini pihaknya akan mengaktifkan kembali petugas-petugas penyuluh program KB, sehingga KB ini bisa berjalan sesuai harapan bersama.
“Mungkin, sarana transportasi mereka untuk kelapangan sudah berkurang, misalnya, kalau ada sepeda motor pasti sudah tua dan rusak atau sudah beralih fungsi. Jadi untuk mendukung program KB tahun ini, kita juga telah menyiapkan satu unit mobil guna dilakukan penyuluhan tentang KB,”pinta Ir. Syahbuddin.
Lanjut dia, kalau dulu program KB tersebut banyak ditentang oleh ulama, namun setelah dilihat manfaatnya dan cara pelaksanaannya, karena KB itu tidak membunuh manusia atau membunuh janin dan bibit manusia. Tapi KB ini hanya untuk menghalangi pertumbuhan masa subur saja, itu yang dilakukan sekarang.
“Ya pikir setelah ulama mengkaji-kaji, program KB tidak membunuh manusia berarti tidak haram, hanya menghambat daripada masa subur. Jadi itulah yang dilakukan dengan program KB,”ujarnya. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar