ACEH UTARA- Mencuatnya, pemberitaan media lokal dan nasional tentang bobolnya rekening kas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, di Bank Mandiri Jelambar, Jakarta Barat, kini terus menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat.Bahkan, sebagai bentuk protes dari mahasiswa dan masyarakat terkait masalah tersebut, juga telah menggelar aksi demo ke gedung DPRK Aceh Utara, Kantor Bupati dan Bank Mandiri Lhokseumawe, beberapa hari terakhir ini.
Tidak hanya itu, Kepala Bagian Humas Pemkab Aceh Utara, Azhari Hasan,SH, juga ikut angkat bicara menanggapi gejolak yang terjadi pasca bobolnya rekening kas Pemkab setempat, di Bank Mandiri Jelambar, Jakarta Barat.
“Dalam waktu dekat ini, jabatan Direktur PDAM Tirta Mon Pase, Yunus Kiran, akan di tinjau ulang dan bagi tim Asistensi yang bermasalah juga akan resufle,”tegas Kepala Bagian Humas Pemkab Aceh Utara, Azhari Hasan,SH, kepada Rakyat Aceh, Kamis (4/6).
Kata Azhari, tim asistensi tidak bermasalah maka tidak diresufle karena ada bidang-bidang yang saat ini sudah berjalan dilaksanakan. Seperti bidang perkebunan dan hampir memberi titik cerah, bidang transportasi, industri dan lainnya.
Selain itu, sebut dia, meskipun tim ini dibentuk dengan SK Bupati Aceh Utara dan sah serta jerih payahnya dibebani dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK), tapi sampai saat ini tim tersebut belum menerima sepeserpun honor mereka.
“Jadi kita mohon kebijakan resufle ini kepada semua pihak dapat berpikir positif, karena sangat disayangkan bagi mereka yang melaksanakan tugasnya dengan penuh keichlasan dan telah memberi yang terbaik juga tidak kita hargai,”ucap Kabag Humas Pemkab.
Lanjut Ayi sapaan akrabnya, pada intinya siapapun dia baik anggota Tim Asistensi maupun PNS Pemkab Aceh Utara, akan memberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku jika melakukan pelanggaran dan bermasalah. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar