05 September, 2009

Kualitas Guru Diutamakan

"Untuk Memperbaiki Mutu Pendidikan"

ACEH UTARA- Wakil Bupati Aceh Utara, Syarifuddin, SE, menegaskan, untuk meningkatkan mutu pendidikan di Aceh Utara, terlebih dahulu juga harus dapat dilakukan perbaikan peningkatan kualitas para guru.

“Memang kita menyadari bahwa, persoalan pendidikan kita complicated, mulai dari penyebaran guru tidak merata, kekurangan sarana prasarana pendukung proses belajar mengajar dan lain sebagainya,”ucap Wakil Bupati Syarifuddin, kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Dikatakanya, pihaknya melalui Dinas Pendidikan terus membenahi dan berkesinambungan terhadap fasilitas pendidikan yang masih mengalami kekurangan tersebut. Apalagi, untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan menyiapkan tenaga-tenaga skill perlu perhatian kita semua yang serius terintegrasi dan comprehensive.

“Kita optimis, apabila terus kita upayakan dengan sungguh-sungguh, penuh keikhlasan dan secara bersama-sama seluruh lapisan masyarakat beserta dengan pemerintah daerah. Insya Allah, kita akan memperoleh hasil sebagaimana yang kita harapkan,”ujarnya.

Selain itu, sebut dia, pemerintah daerah tidak bisa berharap mutu yang baik kalau kondisi fisik seolah tidak baik, sarana belajar yang tidak memadai dan lain sebagainya. “Coba kita bayangkan bagaimana mungkin anak-anak kita mampu mengoprasionalkan komputer, disekolah mungkin akan diajari teori-teori cara menggunakan komputer saja, atau hanya mencatat nama-nama perangkat komputer di buku catatannya saja,”ungkap Wakil Bupati.

Lanjut dia, hasilnya mereka dengan catatan tersebut dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang komputer secara teoritis, tetapi mereka tidak punya skill untuk menggunakannya. Mereka tidak pernah memegang komputer karena disekolahnya, belum punya komputer. “Tentunya, mereka hanya mampu menghafal hal-hal yang berhubungan dengan media komputer tanpa mampu menggunakannya,”imbuh Syarifuddin, seraya menambahkan, jika kondisi yang terjadi instansi atau perusahaan mana yang akan mau menerima lulusan peserta didik kita, jika hanya mampu menghafal teori-teorinya saja. (arm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar