28 Oktober, 2009

Hasil Pertanian Aceh Utara Siap Di Ekspor

ACEH UTARA- Hasil pertanian yang dimiliki oleh masyarakat di Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, siap untuk diekspor keluar negeri melalui jalur pelayaran Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Hasil pertanian itu, berupa jagung, coklat, kedelai, kacang tanah, sayur-sayuran seperti kacang panjang, bayam, cabe, tomat, kangkung, sawi dan lainnya.

Apalagi, selama ini berkembang informasi Pemkab Aceh Utara bersama Investor, berencanakan akan membuka jalur ekspor-impor dari Pelabuhan Umum Krueng Geukueh ke Penang Malasyia. Baik itu, dengan akan mengoperasikan kembali Kapal Motor (KM) Marisa maupun kapal peti kemas yang akan disewa dari Thailand bermuatan 140 kontener.

Ir. Mursyid Ab,MP, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Aceh Utara, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin, mengatakan, pihaknya bersama petani siap untuk mengekspor hasil pertanian yang dimilikinya selama ini. Tentunya, itu semua jika rencana akan berfungsi jalur ekspor-impor terwujud di Pelabuhan Umum Krueng Geukueh.

“Kita dari dinas siap membantu sesuai kemampuan yang ada untuk meningkatkan hasil pertanian Aceh Utara. Bahkan, saat ini saja ada beberapa kecamatan yang berpotensi terhadap tanaman jagung, kedelai, kacang tanah dan sayur-sayuran. Seperti Kecamatan Cot Girek, Lhoksukon, Langkahan, Baktya, Pirak Timu, Tanah Luas, Nibong, Meurah Mulia, Kuta Makmur, Sawang, Nisam, Nisam Antara, Banda Baro dan kecamatan lainnya.

Sebut dia, luas areal tanaman jagung dan kedelai mencapai 10 hektar, kacang tanah 3 ribu hektar dan lahan sayur-sayuran melebihi 500 hektar. Sementara hasil produksi jagung petani dalam sekali panen berkisar 7 ton/hektar, kedelai 1,5 hingga 2 ton/hektar serta kacang tanah 2 ton/hektar dan tanaman sayur-sayuran. (arm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar