“Tidak Sesuai Target Pemerintah”
ACEH UTARA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, belum mencapai target pendapatan daerah tahun 2009, sebesar Rp 794.257.324.296. Bahkan, berdasarkan laporan evaluasi penerimaan pendapatan daerah Aceh Utara, terhitung dari bulan Januari sampai September tercatat hanya Rp 500.592.691.446.
Informasi yang berhasil dihimpun wartawan koran ini, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Aceh Utara, telah memberikan laporan secara menyeluruh kepada Bupati Aceh Utara, tertanggal 16 Oktober lalu tentang evaluasi pendapatan daerah tersebut.
Sementara pendapatan daerah yang masuk tersebut, senilai Rp 500.592.691.446, dengan rincian, realisasi PAD sebesar Rp 57.541.158.500, atau 65,23 persen dari rencana penerimaan sebesar Rp 88.520. 433.000.
Kemudian, realisasi dana perimbangan sebesar Rp 435.555.173, atau 62,53 persen, dari rencana penerimaan senilai Rp 696.554.002.296. Selanjutnya, realisasi lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 7.296.359.816, atau 79,46 persen, dari dari rencana penerimaan mencapai Rp 9.182.889.000.
Edy Asmara selaku nota dinas DPKKD Aceh Utara, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin, juga membenarkan, pendapatan daerah yang sudah masuk belum memenuhi target. “ Jadi sejauh ini masih ada instansi-instansi terkait yang belum menyetor untuk PAD, hasil pendapatan daerah dan hasil pajak daerah,”ucap Edy Asmara.
Dia juga mencontohkan, seperti Perusahaan Daerah (PD) Bina Usaha, hingga saat ini belum melakukan penyetoran hasil laba perusahaan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sementara target PAD yang ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, bagi PD. Bina Usaha sebesar Rp 310.125.000 dalam tahun anggaran 2009. Akan tetapi, sangat disayangkan, sampai bulan Oktober belum juga dilakukan penyetoran laba usahanya untuk PAD Aceh Utara. “Secara pasti kami tidak mengetahui penyebab PD.Bina Usaha belum menyetor laba perusahaannya itu,”pinta Edy Asmara. (arm)
ACEH UTARA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, belum mencapai target pendapatan daerah tahun 2009, sebesar Rp 794.257.324.296. Bahkan, berdasarkan laporan evaluasi penerimaan pendapatan daerah Aceh Utara, terhitung dari bulan Januari sampai September tercatat hanya Rp 500.592.691.446.
Informasi yang berhasil dihimpun wartawan koran ini, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Aceh Utara, telah memberikan laporan secara menyeluruh kepada Bupati Aceh Utara, tertanggal 16 Oktober lalu tentang evaluasi pendapatan daerah tersebut.
Sementara pendapatan daerah yang masuk tersebut, senilai Rp 500.592.691.446, dengan rincian, realisasi PAD sebesar Rp 57.541.158.500, atau 65,23 persen dari rencana penerimaan sebesar Rp 88.520. 433.000.
Kemudian, realisasi dana perimbangan sebesar Rp 435.555.173, atau 62,53 persen, dari rencana penerimaan senilai Rp 696.554.002.296. Selanjutnya, realisasi lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 7.296.359.816, atau 79,46 persen, dari dari rencana penerimaan mencapai Rp 9.182.889.000.
Edy Asmara selaku nota dinas DPKKD Aceh Utara, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin, juga membenarkan, pendapatan daerah yang sudah masuk belum memenuhi target. “ Jadi sejauh ini masih ada instansi-instansi terkait yang belum menyetor untuk PAD, hasil pendapatan daerah dan hasil pajak daerah,”ucap Edy Asmara.
Dia juga mencontohkan, seperti Perusahaan Daerah (PD) Bina Usaha, hingga saat ini belum melakukan penyetoran hasil laba perusahaan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sementara target PAD yang ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, bagi PD. Bina Usaha sebesar Rp 310.125.000 dalam tahun anggaran 2009. Akan tetapi, sangat disayangkan, sampai bulan Oktober belum juga dilakukan penyetoran laba usahanya untuk PAD Aceh Utara. “Secara pasti kami tidak mengetahui penyebab PD.Bina Usaha belum menyetor laba perusahaannya itu,”pinta Edy Asmara. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar