08 Oktober, 2009

Keamanan Daerah Belum Tuntas

Investor Enggan ke Aceh

LHOKSEUMAWE- Penasehat Menko Polhukam RI Bidang Ekonomi, Adnan Ganto, mengatakan, jika keamanan didaerah tidak dapat dituntaskan akan menyebabkan berkurangnya minat para investor masuk ke Aceh.

Masalah keamanan di daerah sangat penting dan perlu dituntaskan. Walaupun saat ini relatif sudah pulih, tapi akar-akarnya masih harus dicabut melalui pendekatan keamanan seimbang dan kesejahteraan secara bersama serta terpadu.

“Aceh memiliki sumber daya alam yang cukup. Namun, kalau ini tidak tuntas, percayalah ketika daerah lain tinggal landas, daerah ini justru tinggal kandas, semoga ini tidak terjadi,”ucap Adnan Ganto, selaku Penasehat Menko Polhukam RI Bidang Ekonomi, pada acara pertemuan dengan pemerintahan di wilayah Korem 011/Lilawangsa.

Acara tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Aceh Utara, Rabu (7/10) dengan tema “Peran Pemerintah dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Rangka Peningkatan Perekonmian Daerah”. Hadir dalam acara itu, Pemerintah Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara (selaku tuan rumah), Kota Lhokseumawe, Bireuen, Bener Meriah, Takengon, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Kota Langsa dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Sebut Adnan Ganto, untuk memobilisasi modal investasi, pemerintah daerah perlu membuat kebijakan insentif, baik berupa iklim investasi yang kondusif maupun infrastruktur yang optimal. Secara ilmiah telah banyak dibuktikan bahwa perekonomian suatu negara dapat dirangsang pertumbuhannya dengan adanya kebijakan pemerintah.

“Kebijakan ini harus dilandaskan pada beberapa hal, seperti, harmonisasi sosial, keadilan aparat penegak hukum, keamanan atau kenyamanan hidup yang tidak menganggu kelancaran berbisnis dan pemerintahan yang diprediksi,”ujar Adnan Ganto yang juga sebagai penasehat Panglima TNI Bidang Ekonomi.

Masih dikatakannya, pemerintah daerah harus mampu mengkoordinir dan menjali kerja sama yang optimal dengan praktisi bisnis, aparat keamanan, tenaga ahli dari kampus dan masyarakat luas lainnya. Dimana, membentuk sumber daya manusia (SDM) yang profesional merupakan hal mutlak harus dikerjakan pemerintah. Tentunya, seberapapun besarnya Sumber Daya Alam disebuah daerah tanpa SDM yang profesional dan modal yang memadai.

Selain itu, ungkap Adnan, investasi di Aceh baik swasta nasional maupun luar negeri relativ masih terbatas, sehingga sulit untuk menggerakkan peningkatan perekonomian daerah. Padahal, untuk nenggerakan perekonomian, investasi swasta diperlukan 70 persen dibanding investasi negara. “Saya kira pengusaha di Aceh, umumnya masih bergerak sebagai pemborong atau kontraktor, sehingga kelanjutan hidup mereka masih sangat tergantung pada investasi pemerintah,”pintanya. Lanjut putra kelahiran Buloh Blang Ara, Aceh Utara ini, agar pengusaha daerah dapat menjadi investor atau menjadi partner strategis dari investor luar Aceh, perlu dipupuk rasa percaya diri dan kemandirian. (arm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar