ACEH UTARA- Perusahaan Daerah (PD) Bina Usaha, Aceh Utara, kini mulai melakukan audit terhadap pengelolaan keuangan Kapal Marisa dibawah kendali PT Bina Usaha I. Apalagi, selama ini penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, kepada PD Bina Usaha, juga dilakukan peminjaman bersifat hutang bagi PT. Bina Usaha I.
Informasi yang berhasil dihimpun wartawan koran ini, dalam tahun anggaran 2009 Pemkab Aceh Utara, menyertakan modalnya sebesar Rp 1.163.839.905 untuk PD. Bina Usaha pada 11 Agustus lalu. Kemudian, dari PD. Bina Usaha memberikan pinjaman kepada PT. Bina Usaha I untuk pelayaran Kapal Marisa senilai Rp 679.762.155.
Pinjaman dana tersebut, digunakan untuk gaji ABK, kekurangan gaji ABK, operasional kantor, pinjaman PT Bus Docking Kapal Marisa, gaji pengelola, THR ABK Kapal Marisa, pinjaman untuk SPPD ke Pangkalan Susu dan kebutuhan lainnya.
Direkur Utama PD Bina Usaha, Aceh Utara, Sulaiman, SE, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin, juga membenarkan, pihaknya memberikan pinjaman modal kepada PT. Bina Usaha I dalam pengelolaan Kapal Marisa.
“Jadi terhadap pinjaman modal tersebut, kita akan melakukan audit PT. Bina Usaha I yang merupakan anak perusahaan kita. Termasuk apa yang telah dihasilkan oleh Kapal Marisa untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh Utara, pada setiap tahun.
Sebut dia, dengan dilakukan audit itu sehingga masyarakat Kabupaten Aceh Utara, dapat mengetahui tentang kondisi keuangan dan keuntungan yang dapat diperoleh dari pengoperasian Kapal Marisa. Tentunya, supaya masyarakat juga tidak menimbulkan kecurigaan terhadap pelayaran kapal milik Aceh Utara tersebut.
“Perlu diketahui, hasil audit Kapal Marisa juga akan diumumkan melalui media kepada masyarakat luas,”ucap Sulaiman,SE. Dikatakannya, posisi keuangan untuk penyertaan saham PD Bina Usaha, sebesar Rp 124 juta/124 saham pada PT Bina Usaha Satu, tahun yang berakhir per 31 Desember 2008 dan 30 Juni 2009.
Selain itu, lanjut Sulaiman, audit keuangan juga akan dilakukan terhadap PT. Lido Graha Hotel, PT Lombartex Indonesia Apparel dan PT. North Aceh Air, yang merupakan anak perusahaan daripada PD Bina Usaha Aceh Utara.
Sementara itu, data yang diterima wartawan koran ini, PD. Bina Usaha mempunyai jumlah aset Rp 30.283.134.210, untuk tahun yang berakhir per 31 Desember 2008 dan 30 Juni 2009. Sedangkan, posisi keuangan untuk investasi dan penyertaan saham PD. Bina Usaha sebesar Rp 10.109.760.000, ( termasuk penyertaan saham Rp 980 juta/ 980 saham) pada PT. Lido Graha Hotel. Kemudian, posisi keuangan untuk investasi PD.Bina Usaha sebesar Rp 2,6 miliar dan penyerataan saham senilai Rp 990 juta/990 saham, pada PT Lombartex Indonesia Apparel. Selanjutnya, posisi keuangan untuk penyertaan saham PD Bina Usaha sebesar Rp 975 juta/975 saham (baru disetor sejumlah Rp 775.500.000) pada PT. North Aceh Air. (arm)
Informasi yang berhasil dihimpun wartawan koran ini, dalam tahun anggaran 2009 Pemkab Aceh Utara, menyertakan modalnya sebesar Rp 1.163.839.905 untuk PD. Bina Usaha pada 11 Agustus lalu. Kemudian, dari PD. Bina Usaha memberikan pinjaman kepada PT. Bina Usaha I untuk pelayaran Kapal Marisa senilai Rp 679.762.155.
Pinjaman dana tersebut, digunakan untuk gaji ABK, kekurangan gaji ABK, operasional kantor, pinjaman PT Bus Docking Kapal Marisa, gaji pengelola, THR ABK Kapal Marisa, pinjaman untuk SPPD ke Pangkalan Susu dan kebutuhan lainnya.
Direkur Utama PD Bina Usaha, Aceh Utara, Sulaiman, SE, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin, juga membenarkan, pihaknya memberikan pinjaman modal kepada PT. Bina Usaha I dalam pengelolaan Kapal Marisa.
“Jadi terhadap pinjaman modal tersebut, kita akan melakukan audit PT. Bina Usaha I yang merupakan anak perusahaan kita. Termasuk apa yang telah dihasilkan oleh Kapal Marisa untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh Utara, pada setiap tahun.
Sebut dia, dengan dilakukan audit itu sehingga masyarakat Kabupaten Aceh Utara, dapat mengetahui tentang kondisi keuangan dan keuntungan yang dapat diperoleh dari pengoperasian Kapal Marisa. Tentunya, supaya masyarakat juga tidak menimbulkan kecurigaan terhadap pelayaran kapal milik Aceh Utara tersebut.
“Perlu diketahui, hasil audit Kapal Marisa juga akan diumumkan melalui media kepada masyarakat luas,”ucap Sulaiman,SE. Dikatakannya, posisi keuangan untuk penyertaan saham PD Bina Usaha, sebesar Rp 124 juta/124 saham pada PT Bina Usaha Satu, tahun yang berakhir per 31 Desember 2008 dan 30 Juni 2009.
Selain itu, lanjut Sulaiman, audit keuangan juga akan dilakukan terhadap PT. Lido Graha Hotel, PT Lombartex Indonesia Apparel dan PT. North Aceh Air, yang merupakan anak perusahaan daripada PD Bina Usaha Aceh Utara.
Sementara itu, data yang diterima wartawan koran ini, PD. Bina Usaha mempunyai jumlah aset Rp 30.283.134.210, untuk tahun yang berakhir per 31 Desember 2008 dan 30 Juni 2009. Sedangkan, posisi keuangan untuk investasi dan penyertaan saham PD. Bina Usaha sebesar Rp 10.109.760.000, ( termasuk penyertaan saham Rp 980 juta/ 980 saham) pada PT. Lido Graha Hotel. Kemudian, posisi keuangan untuk investasi PD.Bina Usaha sebesar Rp 2,6 miliar dan penyerataan saham senilai Rp 990 juta/990 saham, pada PT Lombartex Indonesia Apparel. Selanjutnya, posisi keuangan untuk penyertaan saham PD Bina Usaha sebesar Rp 975 juta/975 saham (baru disetor sejumlah Rp 775.500.000) pada PT. North Aceh Air. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar