LHOKSEUMAWE- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Dr. T. M. Thaib, Sp, A. M.Kes, mengatakan, dari angka kejadian penyakit tidak menular, Provinsi Aceh, diatas Nasional yaitu, penyakit jantung dan stroke menduduki rangking pertama.Kemudian, penyakit Demam Berdarah (DM) berada dirangking kedua dan hipertensi rangking ke tiga dari 33 Provinsi di Indonesia. Ancaman penyakit menular yang penurunannya lambat dan cenderung menetap. Kemudian, peningkatan penyakit tidak menular yang melaju cukup cepat serta munculnya penyakit degeneratif yaitu penyakit akibat proses penuaan dan penyakit akibat bencana.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Dr. T. M. Thaib, Sp, A. M.Kes, saat memberikan sambutan pada acara wisuda 390 mahasiswa Akademi Kesehatan Aceh Utara, pada 27 Oktober lalu.
Dikatakannya, permasalahan kesehatan di Aceh Utara, berdasarkan data tahun 2008 adalah masih tinggi angka kematian ibu yaitu berjumlah 22 ibu, merupakan peringkat pertama tertinggi dari 23 Kabupaten/Kota di Aceh. Menurut dia, salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu (AKI) adalah masih enggannya bidan untuk tinggal di desa.
Selain itu, sebut dia, masih rendahnya cakupan desa Universal Child Immunization (UCI) yaitu desa yang cakupan imunisasi lengkap minimal 80 persen dari target minimal 95 persen desa UCI.
Lanjut Kadiskes Provinsi Aceh ini, untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal sehingga kualitas bangsa meningkat sebetulnya ada 4 faktor yang mempengaruhinya. Masing-masing, perilaku masyarakat, kondisi lingkungan masyarakat, pelayanan kesehatan dalam arti yang luas dan pengaruh keturunan walaupun peranya sangat kecil.
Menurut dia, keempat faktor tersebut, saling berinteraksi yang mempengaruhi kesehatan perorangan dan derajat kesehatan masyarakat. Diantara faktor tersebut, faktor perilaku manusia merupakan faktor determinan yang paling besar dan paling sukar ditanggulangi. (arm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar