03 November, 2009

Anak Korban Kebakaran Mulai Sekolah

“Baju Seragam Diberikan Disekolah”
LHOKSEUMAWE- Sekitar 50 anak korban kebakaran Kampong Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Sabtu (31/10) mulai aktif kesekolah baik dari tingkat SD, SMP maupun SMA.

Diantara siswa tersebut, menggunakan seragam sekolah yang diberikan oleh pihak sekolah dan meminjam seragam temannya. Bahkan, ada juga beberapa anak yang belum ke sekolah karena tidak ada seragam sekolah.

Syamsuddin Yunus, salah tokoh masyarakat setempat, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin, mengatakan, dirinya bersama korban kebakaran lainnya sangat menyambut baik dengan diperbolehkan anak mereka kesekolah hanya memakai pakaian seadanya tanpa seragam sekolah dan menggunakan sandal. Hal itu terkait pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kota Lhokseumawe, Ramli Ismail, dikoran Harian Rakyat Aceh edisi Sabtu (30/10).

“Kita sudah intruksikan kepada masing-masing sekolah di Kota Lhokseumawe, untuk membantu seragam sekolah, buku dan peralatan tulis kepada siswa-siswi yang mengalami musibah kebakaran,”pinta Ramli Ismail. Menurut dia, bantuan seragam sekolah sudah mulai diberikan kepada anak korban kebakaran sejak Kamis dan Jum’at.

Syamsuddin menyebutkan, dirinya juga akan menyampaikan kepada orang tua siswa korban kebakaran, supaya anak mereka yang belum aktif sekolah untuk dapat kesekolah tanpa memakai seragam sekolah dan sepatu. “ Kita juga sedang mendata anak-anak yang belum aktif sekolah, supaya pada hari Senin nantinya kembali kesekolah walaupun tidak ada seragam sekolah,”ucap Syamsuddin.

Selain itu, ungkap dia, Jum’at kemarin, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Lhokseumawe, juga telah memberikan bantuan berupa 686 buah buku tulis, 168 buah buku gambar, 336 pinsil dan kebutuhan lainnya serta termasuk bantuan ember 34 buah. Dengan bantuan tersebut, akan membantu para siswa-siswi korban kebakaran untuk bersemangat kembali dan aktif kesekolah, seperti anak-anak lainnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kota Lhokseumawe, Ramli Ismail, juga mengatakan, jika anak korban kebakaran enggan kesekolah karena tidak ada seragam, maka orang tua mereka dapat segera melaporkan kepada sekolah bersangkutan.

“Walaupun kita membenarkan anak korban kebakaran kesekolah tanpa seragam, tapi siapa tau mereka merasa malu dengan teman-temannya. Untuk itu, orang tuanya harus melaporkan kepada pihak sekolah agar diberikan baju seragam, jajan dan kebutuhan alat tulis lainnya,”imbuh Ramli Ismail. (arm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar