“Belum Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah”
SAMUDERA- Untuk pengembangan usaha pembuatan peci (kupiah,red) dan dompet ayaman tikar, tas, gantungan kunci mobi serta produksi kerajinan tangan lainnya di Kecamatan Samudera, membutuhkan modal usaha dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara.
Pasalnya, selama usaha itu dijalankan hampir lima tahun belum pernah tersentuh bantuan pemerintah. Meskipun, proposal modal usaha pernah dilayangkan kepada pemerintah daerah, namun kurang mendapatkan respon yang positif.
Bahkan, proposal modal usaha yang diajukan dalam tahun 2009 ke Bagian Ekonomi Setdakab Aceh Utara, hingga saat ini belum jelas realisasi bantuan tersebut. Padahal, pengusaha kerajinan tangan itu sangat membutuhkan modal usaha untuk meningkatkan hasil produksinya.
Demikian disampaikan pengusaha peci (kupiah,red) Geudong, Kecamatan Samudera, Tgk. Hamid dan Haiyul Makmur pengusaha dompet ayaman tikar, tas, gantungan kunci mobil serta produksi kerajinan tangan lainnya, kepada Rakyat Aceh, Sabtu (19/12) malam di Stand Kecamatan Samudera, North Aceh Expo Ke-III 2009, Pelabuhan Umum Krueng Geukueh.
Kata Tgk. Hamid dan Haiyul Makmur, saat ini di Kota Geudong, Kecamatan Samudera, ada sekitar 30 pengusaha peci dan kerajinan tangan lainnya, yang diperlu diberdayakan oleh pemerintah dan pihak donator lainnya. “Kami berharap melalui acara pameran tahun ini, pemerintah daerah selaku pihak penyelenggaran kegiatan tersebut dapat mendata para pengusaha kerajinan tangan dari 27 stand kecamatan untuk diberdayakan dan diberikan modal usaha,”ujarnya.
Sebut mereka, sebelum berakhir acara North Aceh Expo Ke-III tahun 2009, pemerintah daerah juga diminta untuk mengadakan rapat dengan para perajin dari 27 stand kecamatan yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. “Misalnya, pemerintah mencari solusi terhadap barang-barang hasil produksi kerajinan tangan masyarakat untuk diperjualbelikan kepada para pengusaha Aceh dan investor luar Aceh,”ungkapnya.(arm)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar